Jakarta, Aktual.co — Rancangan busana koleksi Jarit, berhasil mencuri perhatian pengunjung acara bertajuk ‘Pekan Gelar Produk DPC IWAPI 2015’ di Jakarta. Bagaimana tidak, kain tenun asal NTT yang biasanya dikenakan warga NTT, kali ini disulap oleh Desainer tersebut menjadi sebuah busana yang bisa dipergunakan untuk keperluan pesta.
Bisa dikatakan, kecintaan Jarit pada budaya Indonesia membuat Desainer ini selalu fokus pada eksplorasi kain-kain khas Indonesia.
“Koleksi ini banyak bercerita tentang berbagai keindahan dan kekayaan motif kain tenun dari Nusa Tenggara Timur, ” ungkap Bedi salah seorang penjaga stand Jarit Collection, ditemui di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/5).
Dalam koleksinya saat ini, Jarit Collection banyak menggunakan kain-kain dari pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur, Flores, Sumba, Timor, dan Alor.
“Tak mudah mengolah kain tenun. Kesulitannya sangat terasa ketika proses pemotongan bahannya, karena jika salah potong maka pola garis di kain tenun ini akan menjadi tidak simetris atau tidak sejajar,” jelas Bedi.
“Setiap kain tenun punya motif dan warnanya sendiri-sendiri. Namun, Jarit Collection disini coba mengombinasikan aneka motif dan warna tenun yang berbeda-beda ini dalam satu paduan busana yang serasi. Terciptalah busana untuk pesta yang berasal dari kain tenun NTT ini, ” timpal Ketua DPC IWAPI DPC Jakarta Selatan, Hj. Dewi Arimbi.
Artikel ini ditulis oleh:

















