Jakarta, Aktual.co — Program Pangan Dunia (WFP) Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan, karyawan PBB diculik oleh para pria bersenjata di Sudan Selatan, dan menyerukan pembebasannya.

“Kami tidak mendengar kabar dari kolega kami selama hampir 24 jam, dan kami sangat cemas akan nasibnya,” kata kepala WFP di Sudan Selatan, Eddie Rowe dalam satu pernyataan, dikutip AFP, Jumat (17/10).

“WFP menuntut para penangkapnya membebaskan staf kami tanpa cedera,” tambahnya.

Karyawan PBB itu, seorang warga Sudan Selatan, sedang menunggu untuk naik pesawat dari kota Malakal di bagian utara negara tersebut pada Kamis, ketika ia “diculik dengan todogan senjata oleh delapan pria bersenjata,” tambah WFP.

Tidak jelas apakah para pria bersenjata itu adalah anggota keamanan nasional negara itu atau dari kelompok lain.

Para pekerja kemanusian telah jadi sasaran dalam perang saudara 10 bulan d negara itu.

Pada Agustus, para pria bersenjata membunuh para anggota badan bantuan internasional.

Kota Malakal berganti penguasa selama beberapa kali dalam perang saudara, tetapi kini dikuasai pemerintah.

Ribuan orang tewas dan hampir dua juta orang mengungsi akibat pertempuran antara pasukan pemerintahn melawan tentara yang memberontak dan milisi suku-suku.

“Kami cemas, ia sedang antri menunggu pesawat, ketika orang-orang bersnjata datang dan segera memasukkan dia dalam satu kendaraan,” kata Bennett Keyi kepala asosiasi para pekerja lokal PBB.

()

()