“Saya tidak mengatakan KPK akan nyampres, tetapi terlibat dalam permainan tiket Golkar 2019, lalu untuk siapa tiket itu akan diberikan?,” Fahri enggan menjelaskannya lebih lanjut.
Oleh karena itu, ia meyakini jika penanganan masalah hukum Novanto tidak akan ada ujung penyelesaiannya.
“Karena dalam penanganan kasus ini maju mundur dan bertele-tele yang dilakukan KPK, kitanya master main-nya Nazarudin tapi sama KPK tdak tetapkan apapun pada Nazar, dan Marliem sebagai saksi kunci sudah meningga, sehingga end story-nya adalah soal perebutan kekuasaan di Golkar,” pungkas dia.
Novrizal Sikumbang
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang













