Jakarta, Aktual.co —Pakar hukum, Petrus Salestinus kritik perspektif yang dibangun Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di kasus taman BMW, dengan mengadu masyarakat dengan perusahaan Agung Podomoro di meja hijau. Yakni saat mempersilahkan masyarakat menuntut haknya ke pengadilan terkait sengketa taman BMW.
Lantaran Petrus yakin masyarakat sulit untuk bisa menang dalam situasi hukum yang sangat tidak memihak saat ini melawan perusahaan besar seperti Agung Podomoro. Sebab hukum di Indonesia masih bisa dibeli. 
“Ahok Ini mengajak masyarakat kecil kecil menuntut bukan hal yang tepat. Pengadilan bisa dibeli, situasi yang tidak memungkinkan saat ini,”  kata dia, dalam diskusi bertajuk mengungkap dugaan korupsi di balik gagalnya pembangunan stadion taman BMW, di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/4).
Menurut dia, Ahok sebagai Gubernur Jakarta harusnya bisa memediasi pengembang dan para ahli waris yang mengaku jadi pemilik tanah. “Kalau membiarkan masyarakat menuntut itu sama saja membunuh diri,” ucap dia.
Oleh karena itu dia meminta Gubernur Ahok harus berani membuka lebih jelas lagi Berita Acara Serah Terima (BAST) lahan Taman BMW secara terbuka.
“Bayangkan tanah 26 hektar nilainya sudah triliunan, tapi di dokumennya cuma segitu. Ini penipuan yang luar biasa, ada korupsi. Ini mata rantai korupsi sekian tahun. Ini yang di dalam hukum disebut pidana berlanjut, beranak pinak. Korbannya pun beranak pinak. Ini sudah lama diperjuangkan,” ujar dia. 
Dia pun menuding Pemprov DKI dalam kasus ini seperti jadi ‘bemper’ saja buat Agung Podomoro dalam menghadapi masyarakat. 
“Ini sebetulnya modusnya sama, ujung-ujungnya Pemprov diajak sandiwara, Agung Podomoro tenang tenang sana, yang sudah melakukan serah terima,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh: