Bupati Jember, Hendy Siswanto saat memberikan keterangan media di kantornya, Selasa (8/2). Foto: AKTUAL/Aziz.
Bupati Jember, Hendy Siswanto saat memberikan keterangan media di kantornya, Selasa (8/2). Foto: AKTUAL/Aziz.

Jember, Aktual.com – Kabupaten Jember mengalami peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron. Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Jember, Hendy Siswanto menjelaskan bahwa banyak warganya yang terpapar di perantauan, seperti Jakarta, Batam, dan Luar Jawa.

“Memang data kasus di Jember meningkat, tapi mereka yang terpapar tidak di Jember saat ini, tapi di luar kota sedang bekerja dan merantau dan dirawat di sana, ada yang di Jakarta, ada yang di Batam dan ada yang di kota lainnya, karena ber KTP Jember data otomatis masuk di Jember, kalau di Jember sendiri tidak banyak yang terpapar,” ujarnya di Pendopo Wahya Wibawagraha, Pemkab Jember pada, Selasa (08/02) sore.

Selain itu juga ia mengatakan, bahwa saat ini PPKM di Kabupaten Jember masuk dalam level 3. Dari 31 kecamatan yang ada, hanya tersisa 3 kecamatan yang masuk dalam zona hijau, yakni Kecamatan Mayang, Kecamatan Kalisat dan Sukowono. Kemudian 2 kecamatan masuk dalam zona kuning yakni Kecamatan Wuluhan dan Kecamatan Mumbulsari, sedangkan sisanya masuk dalam zona orange.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, agar tetap menerapkan protokol kesehatan, selalu memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, dan yang belum vaksin kalau bisa segera vaksin, ajak lansia yang ada di sekitarnya untuk vaksin, minimal sehari 1 orang,” harap Bupati.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Pemkab Jember mencatat, data kasus Covid-19 per 8 Februari 2022 di Kabupaten Jember mencapai 95 pasien terkonfirmasi baru dengan rincian 48 orang ada di Jember dan 47 orang diluar Jember, sedangkan pasien sembuh baru mencapai 19 orang, untuk kematian nihil, lonjakan tajam terjadi pada Senin (07/02) lalu, dimana tercatat 39 pasien suspect baru yang berasal dari Secaba (Sekolah Calon Bintara) ‘menyumbang ‘ 39 pasien.

“Diketahui adanya kasus baru di Secaba, saat mereka mau berangkat latihan, saat dilakukan screening diketahui ada 1 peserta didik yang terkonfirmasi suspect, sehingga dilakukan tracing pelacakan terhadap peserta didik lainnya yang kontak erat, sehingga ditemukan data awal 26 peserta didik, dan bertambah menjadi 39,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Jember dr. Lilik Lailiyah kepada sejumlah wartawan.

Meski demikian, Ia tidak menampik jika data ini akan bertambah, karena saat ini pihaknya masih menunggu hasil tes dari pelacakan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19.

“Dari puluhan kasus Covid-19 di Secaba Jember, mereka yang terkonfirmasi positif menjalani isolasi terpusat di Secaba, karena sebagian besar tidak memiliki gejala sakit,” tutupnya.

(Aminudin Aziz)

(A. Hilmi)