Jakarta, aktualcom – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Mexico City mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah Amerika Utara tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya konflik antara kelompok kartel narkoba dan pemerintah Meksiko.
Dalam pernyataan resmi melalui akun media sosial yang dikutip Selasa (24/2/2026), KBRI meminta WNI tetap tenang, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menghindari kerumunan dan area yang dikategorikan sebagai zona berbahaya.
“Menghindari melakukan kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak sampai kondisi benar-benar kondusif,” tulis KBRI.
Perwakilan RI juga meminta WNI untuk terus memantau perkembangan situasi melalui kanal informasi resmi pemerintah. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi layanan perlindungan KBRI Meksiko di nomor +52 55 6298 5506.
Situasi keamanan di sejumlah wilayah Meksiko memanas setelah pemimpin Kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, dilaporkan tewas dalam baku tembak dengan pasukan keamanan di Negara Bagian Jalisco.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan Oseguera mengalami luka berat dalam operasi militer di wilayah Tapalpa pada Minggu sebelum akhirnya meninggal dunia saat diterbangkan menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis.
Kematian tokoh utama kartel tersebut memicu gelombang aksi kekerasan yang dilakukan kelompok bersenjata loyalisnya. Sedikitnya enam negara bagian dilaporkan mengalami pembakaran kendaraan, pemblokiran jalan raya, serta gangguan keamanan lainnya.
CJNG dikenal sebagai salah satu organisasi kriminal paling agresif di Meksiko. Kelompok ini kerap melancarkan serangan terbuka terhadap aparat keamanan.
Pada 2015, kartel tersebut menembak jatuh helikopter militer Meksiko. Mereka juga berada di balik percobaan pembunuhan terhadap kepala kepolisian Mexico City pada 2020 menggunakan granat dan senapan berkekuatan tinggi.
Menurut penilaian Drug Enforcement Administration (DEA) Amerika Serikat, kekuatan CJNG disebut sebanding dengan Kartel Sinaloa dan memiliki jaringan operasional di seluruh 50 negara bagian AS.
Sejak 2017, El Mencho beberapa kali didakwa di pengadilan federal Amerika Serikat atas berbagai kasus, termasuk konspirasi distribusi metamfetamin, kokain, dan fentanyl yang diselundupkan secara ilegal ke wilayah AS.
KBRI menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi keamanan di Meksiko serta memastikan perlindungan bagi seluruh WNI yang berada di negara tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Okta

















