Semarang, Aktual.co — Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi angkat bicara soal isu sepihak yang meresahkan masyarakat mengenai terbakarnya pasar Johar pada Sabtu (10/5) malam.
“Mari kita doakan sepenuhnya untuk kebaikan pasar Johar, dan para pedagang. Jangan sebarkan isu yang belum jelas jeruntungnya,” kata dia saat dihubungi lewat WhatsApp, Minggu (10/5).
Pihaknya meluruskan isu atas reaksi masyarakat yang dikaitkan dengan rencana renovasi yang pernah ditolak pedagang pasar.
“Kita masih berduka dan jangan ditambah hal yang tidak jelas, Mari bergerak bersama, suwun,” beber dia.
Hendrar Prihadi yang disapa mas Hendi pun akan menyiapkan pasar darurat bagi pedagang pasar Johar. Rencananya, pedagang akan direkolasi ke pasar Rejomulyo.
Selain itu, juga disiapkan sebidang tanah seluas 10 hektare untuk menampung para pedagang di belakang Masjid Agung Jawa Tengah atau jembatan Kartini.
“Nanti kami cek dulu lokasinya, misalnya fasilitas air bagaimana dan sarana pendukungnya,” ujar dia.
Dana pembangunan pasar darurat itu tidak hanya dari Pemkot Semarang. Tapi dipikul bersama dengan Pemerintah Provinsi Jateng dan pemerintah pusat.
“Dana tidak masalah, Pemkot siap berapapun asalkan disetujui Dewan,” kata Hendi.
Sebelum pasar darurat dibangun, Pemkot memindahkan dagangan pedagang ke Pasar Higienis Rejomulyo. Sejumlah armada truk diperbantukan untuk mengangkut dagangan.
Disinggung soal jumlah kerugian, Hendi belum bisa memperkirakan. Saat ini pihaknya sedang menginventaris aset pasar dan barang milik pedagang.
Artikel ini ditulis oleh:

















