Medan, Aktual.co — Irvan Rumapea, jurnalis harian Orbit yang menjadi korban kekerasan gerombolan security Kampus Universitas Sumatera Utara (USU) mengaku dipukuli pakai bambu dan rotan.
“Dipukul pakai rotan dan bambu, kita dipijak-pijak,” beber Irvan saat ratusan awak jurnalis di Medan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Rektor USU, Jumat (24/5).
Menurut Irvan, sebelum dipukul oleh security, dirinya sudah mengaku adalah jurnalis yang sedang bertugas. Irvan juga mengaku, dalam meliput aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung kemarin, Kamis (21/5) di dalam kampus USU itu, dirinya juga memakai tanda pengenal.
“Padahal sudah kita bilang, kita wartawan,” tukasnya. Dirinya pun berharap, agar para pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya segera ditangkap.
“Saya berharap para pelaku diskriminasi agar terungkap, dan agar kepolisian ditangkap. Sudah dilapor,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh: