Banda Aceh, Aktual.co — Komandan Resor Militer (Danrem) 011 Lilawangsa Kolonel Ahmad Danil Chardin mengimbau kelompok bersenjata api (senpi) yang masih berada di kawasan hutan wilayah Aceh Utara agar segera menyerahkan diri.
Pihaknya memastikan TNI dan Polri akan terus memburu dan menangkap kelompok bersenjata api yang masih bersembunyi di kawasan hutan Aceh Utara.
Saat ini, sekitar sekitar 400 anggota TNI mulai mengepung Nisam dan Nisam Antara, lalu kemudian berlanjut ke Kecamatan Sawang, Kuta Makmur dan Simpang Keuramat serta sejumlah kecamatan lain.
Tindakan itu dilakukan setelah dua personel TNI Kodim Aceh Utara ditemukan tewas. Keduanya ditemukan tewas dengan luka tembak di sekujur tubuhnya di kawasan Dusun Bate Pila Desa Alue Papeun Kecamatan Nisam Antara, Selasa (24/3) pagi.
“Kalau mereka menyerahkan diri secara sukarela dan niat baik serta menyesali perbuatan, tentu dalam proses hukum nantinya bisa menjadi hal-hal yang meringankan. Namun, jika tidak, mereka akan tetap dicari, terutama polisi yang mencari,” kata Danil, saat dihubungi, Minggu (29/3).
Dia menambahkan, kepolisian nantinya bisa menetapkan kelompok bersenjata itu dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Jika masuk DPO, maka mereka terus cari sampai dapat oleh polisi. Apalagi kasus seperti ini kadaluarsa cukup lama, jadi polisi bisa mencari mereka sampai ke kampungnya nanti.
“Karena itu jalan terbaik bagi mereka, ya menyerahkan diri. Apalagi jika mereka tidak melakukan apa-apa (kriminal), tentu sangat baik,” ujarnya.
Dirinya memprediksikan kebutuhan logistik kelompok tersebut juga sudah menipis karena petugas terus menyebar dan juga terus mengadakan patroli di jalan untuk menutup akses mereka mendapatkan logistik
Artikel ini ditulis oleh:















