Jakarta, Aktual.co — Berlarutnya perseteruan yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri membuat kinerja baik dari aspek pencegahan, penyelidikan hingga penindakan di lembaga anti korupsi itu terganggu.
Deputi Pencegahan KPK, Johan menilai permasalahan itu menguras banyak energi seluruh pegawai lembaga ‘superbody’ bahkan hingga ke tim penyidik, yang akhirnya melemahkan kinerja dalam penanganan kasus.
“Jangankan penyidik, loe (Wartawan) aja mikirin,” ujar Johan saat jumpa pers, di gedung KPK, Kamis (5/2)
Untuk itulah, Johan berharap agar Presiden Joko Widodo segera memberikan keputusan yang menjadi solusi atas konflik ini.
Meski begitu, ketika ditanya apa saran untuk Presiden, Johan enggan menjawabnya. Dia malah rendah diri dengan mengatakan jika dirinya tidak punya solusi terbaik.
“Karena, saya tidak mengetahui apa yang harus dilakukan Presiden. Tetapi saya yakin pak Presiden punya solusi atas konflik ini,” pungkasnya.
Seperti diketahui, saat ini posisi lembaga yang berada membawahi langsung Presiden itu tengan berada diujung tanduk. Hal itu karena, dua pejabat teratas KPK yakni Abraham Samad dan Bambang Wijojanto tengah terjerat kasus hukum.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby

















