Gowa, aktual.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan menyerahkan bantuan untuk penanganan COVID-19 kepada pemerintah kabupaten setempat.

Kepala Kantor Kemenag Gowa Hj Adliah di Gowa, Senin [30/3] mengatakan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp10 juta yang diserahkannya tidak terlalu besar, tetapi dengan bergotong-royong dalam memerangi masalah akan jauh lebih mudah.

“Kita punya budaya gotong-royong karena dengan bersama dalam menghadapi satu permasalahan, Insyaallah semuanya akan mudah,” ujarnya.

Adliah mengatakan bantuan uang tunai ini diserahkan sesuai arahan dari Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam penanganan wabah pandemi COVID-19 yang sudah merambah Kabupaten Gowa tersebut.

Ia juga sudah menyarankan agar semua jajaran departemen agama menyumbang sebanyak-banyaknya untuk bantuan penanganan COVID-19 ini.

“Alhamdulillah kami sudah lempar ke madrasah, pondok pesantren dan KUA dan mereka berinisiasi untuk menyumbang,” katanya.

Usai memberikan sumbangan itu, Adliah berharap dana yang diserahkan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk penanggulangan penyebaran COVID-19 di Kabupaten Gowa.

Sekda Gowa Muchlis yang menerima langsung bantuan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kemenag Gowa atas sumbangsih tersebut.

Ia mengatakan bantuan ini akan sangat membantu Pemkab Gowa dalam proses penanganan COVID-19.

“Bantuan dana ini Insya Allah akan berguna buat gugus tugas yang sekarang ini baru sementara mengumpulkan energi juga untuk menghimpun kekuatan dalam rangka pelaksanaan beberapa kegiatan yang mendesak yang akan dilaksanakan untuk penanganan COVID-19,” ujarnya.

Muchlis menerangkan salah satu kegiatan penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh Pemkab Gowa dalam waktu dekat ini adalah penyemprotan disinfektan secara serentak di wilayah Kabupaten Gowa pada tanggal 1 April mendatang.

Ia menyatakan penyemprotan akan dilakukan di 167 desa dan kelurahan ditambah beberapa kantor-kantor instansi, tempat-tempat keramaian, pasar dan pertokoan.

“Tentu ini akan membutuhkan antara lain disinfektan peralatan untuk penyemprotan bagi petugas yang akan melakuan penyemprotan dan yang tidak kalah pentingnya adalah APD (alat pelindung diri) buat tim yang akan melakukan penyemprotan itu minimal kita harus sediakan,” terangnya.

Muchlis berharap bantuan tersebut dapat memotivasi lembaga-lembaga dan organisasi kemasyarakatan lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan COVID-19 di Kabupaten Gowa.

“Saya kira dengan adanya bantuan ini akan memotivasi kelembagaan dan organisasi lainnya untuk turut menunjukkan dan memberikan bantuan apapun yang mereka bisa bantu. Dan alhamdulillah kita sudah lihat di tengah-tengah masyarakat mulai nampak partisiapsi masing-masing melakukan penyemprotan mandiri, mereka menghimpun dana sendiri menyediakan materil yang akan disemprotkan,” ucapnya.

(Eko Priyanto)