Jakarta, Aktual.co — Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi yang turut hadir dalam KTT ASEAN ke-26 di Malaysia mengatakan bahwa fasilitasi perdagangan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan aktivitas perdagangan di daerah perbatasan. Menurutnya, saat ini pihaknya sedang membahas framework of cooperation dengan Malaysia dan Thailand.

“Di bidang kepabeanan, imigrasi, dan perkarantinaan untuk meningkatkan kelancaran arus barang dan orang di wilayah perbatasan dengan tetap mengutamakan unsur keamanan,” ujar Bachrul dalam keterangan resminya, Rabu (29/4).

Lebih lanjut, dirinya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh stakehoders khususnya UKM kawasan Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines – East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) serta Indonesia-Malaysia-Thailand – Growth Triangle (IMT-GT) untuk mensukseskan pameran tersebut.

“Kita terus mendorong dan memfasilitasi keterlibatan penuh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam pameran tersebut sebagai upaya dalam meningkatkan kapasitas, akses pembiayaan, dan akses pasar kepada UKM,” imbuhnya.

Untuk diketahui, kerja sama sub regional BIMP-EAGA dan IMT-GT dibentuk pada 1994 yang meliputi empat belas provinsi di Indonesia, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Sementara itu, kerja sama sub regional IMT-GT dibentuk pada Pertemuan Tingkat Menteri IMT-GT pertama pada 20 Juli 1993 dan mencakup sepuluh provinsi di Indonesia, yaitu Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung.‎

Artikel ini ditulis oleh:

Eka