Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi saat memberikan keterangan pers usai seremoni penutupan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 di Jakarta, Rabu (20/12/2023). (ANTARA/Adimas Raditya)

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) meningkatkan penguatan merek modest fesyen atau produk busana bergaya santun asal Indonesia di pasar global. Upaya ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) yang berlangsung seiring dengan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 Tahun 2023.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Didi Sumedi, menjelaskan bahwa JMFW merupakan inisiatif Kemendag untuk memberdayakan industri fesyen, khususnya modest fesyen, agar dikenal di seluruh dunia.

“JMFW menjadi platform strategis untuk memperkenalkan produk modest fesyen Indonesia ke pasar global,” ungkap Didi Sumedi dalam acara penutupan TEI ke-38 di Jakarta pada hari Rabu (20/12).

Didi melaporkan bahwa upaya promosi modest fashion melalui JMFW 2023 berhasil meningkatkan nilai transaksi hingga mencapai 20,9 juta dolar AS, mengalami kenaikan sebesar 58,33 persen dibandingkan dengan tahun 2022 yang mencapai 13,2 juta dolar AS.

Dalam rincian transaksi, sektor tekstil mencapai 15 juta dolar AS, modest fesyen 5,9 juta dolar AS, pakaian pria dan olahraga 4 ribu dolar AS, kecantikan 1,9 ribu dolar AS, sementara tas, perhiasan, dan sepatu mencapai 1,3 ribu dolar AS. Adapun transaksi pada sektor tekstil, pakaian modest, dan hijab mencapai 684 dolar AS.

Pembeli terbesar pada JMFW 2023 berasal dari Malaysia dengan kontribusi sebesar 25,45 persen, diikuti oleh Indonesia 24,55 persen, Thailand 5,45 persen, Uni Arab Emirat 5,45 persen, Perancis 4,55 persen, Nigeria 3,64 persen, Iran 3,64 persen, India 2,73 persen, Singapura 2,73 persen, dan Korea Selatan sebesar 2,73 persen.

Event JMFW 2023 menghadirkan 12 parade fashion show, trade show, business matching, performance art, 11 talk show, dan media briefing. Acara tersebut menampilkan lebih dari 1000 koleksi dari 214 desainer dan merek, serta industri pendukung seperti tekstil, kosmetik, perhiasan, aksesoris, dan gaya hidup lainnya.

“Nilai transaksi mencapai Rp 330 miliar pada JMFW 2023 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun 2022. Prediksi untuk tahun depan menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi,” ungkap Didi.

Didi menekankan bahwa Kemendag terus mendukung para desainer mode Indonesia untuk berpartisipasi dalam berbagai pameran dan acara di dalam dan luar negeri, termasuk Paris Fashion Week, New York Fashion Week, dan London Fashion Week, sebagai platform internasional untuk mengenalkan karya-karya mereka.

Untuk meningkatkan ekspor produk modest fesyen, Kemendag juga fokus pada peningkatan kualitas produk sesuai dengan standar internasional, serta pengembangan sumber daya manusia melalui inkubasi dan pelatihan.

“Dengan aktif berpartisipasi dalam berbagai ajang internasional, maka merek-merek modest fesyen Indonesia akan semakin dikenal di dunia global, meningkatkan daya tarik produk ini di pasaran internasional,” tambahnya.

Didi juga mengumumkan rencana deklarasi Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia pada tahun 2024, mengingat potensi ekonomi dari tren busana beretika dan modest fesyen yang terus meningkat di berbagai negara.

Artikel ini ditulis oleh:

Sandi Setyawan