Jakarta, aktual.com – Kementerian Perdagangan diminta agar dapat menjalankan strategi diversifikasi perdagangan dalam rangka melakukan perjanjian kerja sama di tingkat global dengan tujuan membantu kelancaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Anggota Komisi VI DPR RI Siti Mukaromah dalam rilis di Jakarta, Sabtu, menyatakan diversifikasi perdagangan itu bisa divariasikan dalam model ekspor-impor dan menjadi salah satu cara bertahan terbaik di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Politisi PKB itu juga mendorong agar upaya tersebut dilakukan dengan membuka seluas-luasnya pasar ekspor untuk produk berbagai UMKM nasional.

“UMKM adalah bagian yang tentunya menjadi misi kita ingin perekonomian di Indonesia bisa merata kepada seluruh masyarakat,” katanya.

Hingga hari ini, ujar dia, dinilai UMKM masih belum bisa menjadi bagian dari terobosan yang serius terkait perjanjian perdagangan.

Untuk itu, Siti mengutarakan harapannya agar Kementerian Perdagangan dapat mempertimbangkan benar-benar kebermanfaatan bagi UMKM dalam membuat diversifikasi perdagangan melalui berbagai perjanjian perdagangan internasional.

“Ketika satu daerah bisa angkat satu potensi (UMKM) saja dan dalam konsep ini bisa kita angkat, saya pikir ini akan menjadi bagian pendapatan yang luar biasa bagi Indonesia,” ujar legislator yang mewakili dapil Jateng VIII tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan memandang penting kerja sama dengan seluruh kementerian atau instansi pusat dan daerah, terutama dengan lembaga pembiayaan untuk memfasilitasi UKM berorientasi ekspor, sehingga UKM dapat meningkatkan daya saingnya dalam melakukan ekspor.

“Para pelaku UKM perlu mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan akses pembiayaan melalui proses asesmen yang lebih simpel dan bunga yang lebih kompetitif. Sinergi semua pihak terkait juga merupakan hal yang penting dalam meningkatkan daya saing UKM Indonesia agar dapat berkontribusi terhadap ekspor Indonesia,” kata Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Marolop Nainggolan.

Marolop juga menjelaskan, kontribusi UKM terhadap ekspor Indonesia saat ini masih kurang dari 10 persen. Tingkat kontribusi UKM ini jauh lebih rendah di beberapa negara lain, seperti Swiss, China, Belanda, Jepang, Amerika Serikat; dan bahkan beberapa negara anggota ASEAN seperti Thailand, Filipina, Malaysia, serta Vietnam.

(Eko Priyanto)