Tenaga kesehatan sedang melakukan pemeriksaan kepada masyarakat peserta vaksinasi booster di Kantor Bank DKI Kantor Layanan Juanda, Jakarta, Sabtu (5/3).

Jakarta, Aktual.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengapresiasi keinginan Kementerian Kesehatan untuk memberikan vaksin booster atau dosis ketiga halal bagi umat Islam.

Ketua Satgas COVID-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI), Azrul Tanjung mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah, tidak hanya dalam sosialisasi saja tetapi juga dalam pelaksanaan.

“Kami merasa bersyukur, artinya surat resmi yang diajukan atau ditujukan kepada Presiden oleh MUI yang ditandatangani oleh Ketum dan Sekjen, direspon oleh pemerintah,” kata Azrul saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (2/4).

Selain itu, lanjutnya, MUI akan mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam maupun lembaga pendidikan untuk mengawal pelaksanaan vaksin booster halal ini.

Azrul pun berharap dengan tersedianya vaksin booster halal ini, masyarakat dapat kembali melakukan kegiatan ibadah selama bulan suci Ramadhan di masjid secara berjamaah.

“Kita mengapresiasi, dan kita akan mengawal vaksin halal ini,” ucap Azrul.

“Sekali lagi kami bergembira mendengar adanya respon pemerintah terhadap keinginan MUI untuk mendapatkan booster halal,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR pada Kamis (31/1) lalu, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Lucia Rizka Andalusia akan mengupayakan semaksimal mungkin dan menegaskan akan meninjau kembali supaya masyarakat muslim mendapatkan haknya memperoleh vaksin halal.

“Untuk vaksin lain yang statusnya sudah halal kami sampaikan tadi, kami akan meninjau kembali pak. Karena intinya pada tahun 2022 ini kecuali vaksin merah putih tidak ada di perencanaan pembelian vaksin baru,” tegasnya.

Selain itu, Rizka menjelaskan pihaknya juga telah berkomunikasi dengan pemerintah negara Uni Emirat Arab (UEA), yang menurut kabar berita di sana vaksin pfizer sudah mendapatkan label halal.

“Izin kami kemarin juga atas arahan dari RDP kemarin (Rabu, 30/3) ada berita bahwa vaksin pfizer sudah mendapatkan halal dari UEA kami sudah berkoordinasi dengan UEA menanyakan status vaksin pfizer tersebut,” terangnya.

(A. Hilmi)