Jakarta, Aktual.co — Kementerian Kesehatan mengusulkan anggaran sebesar Rp654 miliar untuk perbaikan fasilitas kesehatan primer diseluruh daerah Indonesia.
“Data Kemenkes menunjukkan banyak fasilitas Puskesmas yang memerlukan perbaikan karena rusak berat dan rusak sedang,” kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek disela-sela Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) Regional Tengah 2015 di Bali, Senin (16/2).
Usulan anggaran itu akan dimasukkan melalui mekanisme Tugas Pembantuan dan DAK tahun 2015 dalam APBN perubahan mendatang.
Menkes menyebut penguatan pelayanan kesehatan itu ditujukan untuk kesiapan pelayanan di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama maupun rujukan.
“Targetnya 6.000 puskesmas memenuhi standar pelayanan sesuai Permenkes. Juga terbentuknya 184 rumah sakit rujukan regional dan 14 rumah sakit rujukan nasional bertahap hingga tahun 2019,” ujar Menkes.
Kementerian Kesehatan akan menggandeng Kementerian Dalam Negeri untuk penguatan kesehatan di layanan primer tersebut.
“Kami melakukan kerjasama dengan Kemendagri supaya ada hubungan antara pusat dan daerah karena kita merasa hubungan ini putus (dengan pemberlakuan otonomi daerah),” ujar Menkes.
Dengan kerjasama itu diharapkan kebutuhan dasar atas kesehatan dapat menjadi perhatian di daerah.
Sekretaris Jenderal Kemenkes Untung Suseno mengatakan salah satu tujuan Rakerkesnas adalah untuk koordinasi dan komunikasi secara efektif antara pusat dan daerah.
“Agar terdapat kesamaan persepsi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk terselenggaranya pembangunan kesehatan secara bersinergi,” demikian Untung.
Rakerkesnas 2015 mengangkat tema Pembangunan Kesehatan dari Pinggir ke Tengah sesuai semangat Nawa Cita yaitu menegaskan sasaran di daerah perbatasan dan tertinggal dalam pembangunan kesehatan dalam kurun waktu lima tahun kedepan.
Rakerkesnas Regional Tengah di Bali itu berlangsung mulai 15-18 Februari 2015 dan dihadiri oleh kepala dinas kesehatan dan direktur rumah sakit dari 10 provinsi yaitu DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Bali.
Artikel ini ditulis oleh:

















