Jakarta, Aktual.co —Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Askolani, berpendapat kisruh APBD DKI tidak banyak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Pemerintah Pusat.
Menurut dia, justru pertumbuhan DKI sendiri yang akan menurun jika terjadi kebuntuan berkepanjangan. “Dampaknya ke rencana pembangunan DKI yang tidak maksimal di tahun ini,” ujar Askolani kepada Aktual.co, di Jakarta, Selasa (24/3).
Pendapat berbeda disampaikan ekonom dari Insitut Pertanian Bogor (IPB), Augustinus Mangasa Sipahutar. Menurut dia kisruh APBD tentu berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi nasional. Pasalnya, DKI Jakarta menyumbang 18 persen dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Persoalan APBD ini, ujar dia, akan membuat DKI tidak bisa menjalankan prioritas pembangunannya. Karena tidak bisa memaksimalkan apa yang sudah direncanakan. “Dampaknya pertumbuhan ekonomi DKI pasti menurun, kalau DKI menurun bisa ke nasional juga,” ucap dia, kepada Aktual.co
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) di 2014, DKI Jakarta memberi sumbangan terhadap perekonomian nasional, yakni sebesar 16,76 persen. Disusul Jawa Timur 15,17 persen, Jawa Barat 14,34 persen, dan Jawa Tengah (8,36 persen). 

Artikel ini ditulis oleh: