Jakarta, Aktual.Com – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga menyatakan pihaknya telah menargetkan prototipe kluster pertanian yang akan berjalan di awal tahun 2017. Kluster pertanian yang tengah dipersiapkan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional yang akan dilakukan di lima lokasi, dan bentuk pengembangan yakni sembilan komoditas terutama padi..

“Untuk tahap awal kami siapkan lima prototype di wilayah Sukabumi, Banyumas, Demak, Jawa Timur, dan Lampung. Masing-masing wilayah itu menyiapkan minimal 1000 ha lahan pertanian untuk sembilan komoditas, terutama padi. Tahun 2017 saya harap program awal kluster pertanian ini bisa segera berjalan,” ujar Puspayoga melalui perangkat elektronik di Jakarta, Rabu (21/12/2016).

Program kluster pertanian ini kata dia memakai dana yang disediakan dari pihak Pertamina melalui dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Masing-masing wilayah tadi, per 1.000 ha akan mendapatkan dana Rp13,4 miliar, yang dipergunakan untuk membeli bibit, pupuk, dan pasca panen.

“Bahkan, masing-masing petani akan mendapatkan ongkos produksi sebesar Rp2,2 juta perbulan. Dan setiap panen, petani juga akan mendapatkan Rp11 juta per ha. Bayangkan saja, bila per 1000 ha digarap oleh 2.400 petani, maka ini merupakan program Padat Karya,” jelas Puspayoga.

Melalui program padat karya itu, Puspayoga berharap Indonesia akan terlepas dari belitan impor pangan. Selanjutnya, tambah dia tingkat kehidupan para petani pun akan terangkat, karena tak lagi tergantung pada tengkulak.

“Bandingkan saja, kita akan membeli gabah panen seharga Rp4.500 tanpa potongan apa-apa, sementara kalau dijual ke Bulog dihargai sebesar Rp3.700 ditambah potongan-potongan. Petani bisa mendapatkan harga bagus karena memang dirancang untuk efisien dan memiliki nilai tambah sejak masa tanam hingga masa panen. Pasarnya sudah ada, juga teknologinya,” tutup dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs