Jakarta, Aktual.co — Indonesia dan Slowakia sepakat untuk meningkatkan hubungan bilateral, dengan berfokus merealisasikan kerja sama ekonomi, demikian menurut keterangan pers Kementerian Luar Negeri yang diterima di Jakarta, Selasa.
“Hubungan kerja sama politik yang telah berlangsung baik antara RI-Slowakia perlu diperkuat dengan tindak lanjut kerja sama bilateral yang konkret, khususnya di bidang ekonomi,” kata Direktur Jenderal Kawasan Amerika Eropa Kemlu Dian Triansyah Djani.
Pernyataan tersebut dia sampaikan saat bertemu dengan Direktur bidang Politik Kementerian Luar Negeri dan Urusan Eropa Republik Slowakia, ubomr Rehk, dalam Forum Konsultasi Bilateral RI-Slowakia ke-4 di Jakarta pada Senin (27/4).
Menurut Rehk, Slowakia memandang Indonesia sebagai mitra penting di kawasan Asia Tenggara. Oleh karena itu, kata dia, Slowakia akan terus upayakan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ekonomi dengan Indonesia di berbagai sektor, khususnya sektor energi, pertanian dan pertahanan.
Pada sektor pertanian, kedua negara bekerjasama dalam penelitian dan pengembangan bibit gandum tropis di Padang. Itu merupakan contoh konkret kerja sama bilateral yang dapat mendukung upaya ketahanan dan kemandirian pangan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama ekonomi melalui peningkatan kontak antar pelaku usaha kedua negara, serta kerja sama investasi Slowakia di Indonesia dan juga sebaliknya. Selain itu, kedua pihak juga sepakat meningkatkan nilai perdagangan bilateral RI-Slowakia.
Terkait peningkatan nilai perdagangan, Dirjen Dian Triansyah Djani mendorong produk-produk Indonesia agar dapat masuk pasar Slowakia, seperti ban dan minyak sawit . Nilai perdagangan bilateral Indonesia-Slowakia pada 2014 tercatat sebesar 29,91 juta dolar AS, dengan surplus di pihak Indonesia sebesar 4,94 juta dolar AS.
Pada pertemuan itu, Dirjen Amerop Kemlu itu menekankan bahwa Indonesia dan Slowakia merupakan kedua negara yang memiliki kelebihan strategis.
Indonesia adalah pintu masuk pasar ASEAN yang merupakan peluang besar dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Sementara itu, Slowakia yang sedang menduduki presidensi kelompok negara-negara Visegrad atau V4 (Slowakia, Polandia, Hongaria dan Ceko) adalah pintu masuk pasar kawasan negara-negara tersebut dan sekitarnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















