Ilustrasi- Pekerja mengecek karet yang baru di cetak

Jakarta, Aktual.com – Pejabat Kementerian Perindustrian Danil Zuhry Akbar berharap minat investasi pada industri karet dan plastik dapat tubuh seiring berlangsungnya pameran Plastics & Rubber Indonesia ke-33 di JIExpo, Kemayoran Rabu ini hingga 19 November 2022.

Minat investasi ini, sambung Danil yang menjabat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Industri Plastik dan Karet Hilir Kemenperin itu, termasuk dalam teknologi proses pengembangan industri yang terintegrasi dari hulu sampai hilir sehingga akan melengkapi rantai pasok industri nasional.

“(Pameran ini) serta diharapkan dapat melihat reaksi dari perusahaan atas pola pikir konsumen yang semakin baik terhadap permintaan dan produk sustainable dan ramah lingkungan,” ujar dia di sela pameran di Jakarta, Rabu (16/11).

Terkait industri karet, Danil menyebut ini merupakan prioritas industri nasional. Pemerintah mendorong pengembangan sektor ini untuk memaksimalkan konsumsi karet serta mengembangkan sektor pendukungnya seperti karet estetik dan bahan lainnya termasuk yang saat ini belum diproduksi di dalam negeri.

“Semuanya itu berdasarkan rencana induk pemerintah. Industri karet merupakan industri prioritas bersama-sama dengan industri plastik termasuk kategori industri pendukungnya, perlu dikembangkan,” kata dia.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong pengembangan industri plastik dan bahan plastik karena memiliki potensi pasar yang prospektif serta menjadi tulang punggung bagi industri manufaktur, kosmetik, elektronik, otomotif, industri kimia, minyak dan pelumas.

“Potensi dan konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar, apalagi konsumsi nasional per kapitanya pada tahun 2021 per orang sekitar 22,5 kg termasuk plastik daur ulang, masih relatif lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lainnya,” jelas Danil.

Industri plastik, sambung dia, merupakan bagian dari konsep ekonomi sirkular yakni didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dan barang sisa konsumsi.

Dia mengatakan, adanya peran industri plastik dalam ekonomi sirkular seperti desain material yang mudah didaur ulang dalam satu lingkaran ekonomi memungkinkan pemanfaatan bahan secara terus menerus dan tidak akan mencemari lingkungan.

Dia lalu mengapresiasi penyelenggara mengangkat topik ekonomi sirkular melalui pameran ini. Menurut ini, ini merupakan upaya memberikan motivasi dan inovasi kepada para pengusaha untuk mengembangkan industri dalam negeri melalui transfer teknologi terbaru, dengan tingkat produktivitas dan efisiensi tinggi terutama dalam upaya pengembangan industri plastik dan karet nasional pascapandemi.

“Kami sangat mengapresiasi baik adanya pameran ini, program yang menarik dari pameran meliputi circular economy zone, di mana merupakan salah satu dukungan mempercepat implementasi circular economy,” tutur Danil.

Dalam kesempatan itu, Events Director PT Pamerindo Indonesia Lia Indriasari mengatakan berkolaborasi dengan Indonesian Plastics Recyclers (IPR) guna menghadirkan Circular Economy Zone. Zona ini berisikan para pelaku industri yang telah memiliki program keberlanjutan sebagai pola bisnisnya untuk menginspirasi industri sejenis dalam upaya menerapkan model bisnis sirkular.

“Hadirnya kembali pameran Plastics & Rubber Indonesia 2022 yang kali ini mengangkat tema “The Future of Plastic Sector in Indonesia”, para pebisnis akan semakin sadar dan terbuka terhadap implementasi model bisnis sirkular,” kata dia.

Tahun ini, pameran Plastics & Rubber Indonesia diikuti sebanyak 337 peserta pameran dari berbagai negara dengan target lebih dari 8.000 pengunjung.

(Arie Saputra)