Meulaboh, Aktual.com – Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, mendorong empat perguruan tinggi negeri di Provinsi Aceh untuk fokus pada riset teknologi pemanfaatan sumber daya alam (SDA) di daerah tersebut.

“Di Aceh ada empat perguruan tinggi Kemenristekdikti yang kami kembangkan, sebagai rujukan riset pengelolaan sumber daya alam,” kata Menristekdikti Prof Mohammad Nasir usai kuliah umum di Universitas Teuku Umar (UTU) di Meulaboh, Minggu (5/11).

Empat perguruan tinggi yang dimaksud adalah, Universitas Syiah Kuala, UTU, Universitas Samudera Langsa dan Institut Seni dan Budaya Aceh, terhadap perguruan tinggi swasta kata dia, juga akan diperhatikan dan dikuatkan.

Prof Mohammad Nasir menegaskan, ada tiga hal yang ditekankan sebagai pola pokok ilmiah teknologi yang mesti dilaksanakan, yakni riset berbasis perikanan, pertambangan dan pertanian, sebab ketiganya dimiliki di provinsi paling ujung barat pulau sumatera itu.

Kamentrian ingin mendorong perguruan tinggi tersebut karena berada di Aceh, yang secara geografisnya berada di sisi pantai dan darat, memiliki potensi sumber daya alam, namun masih terbatas sumber daya manusia dan riset pengelolaannya.

“Ini menjadi penting karena Provinsi Aceh ini berada di wilayah dua sisi, yakni pantai dan darat, ada kaitannya dengan pertanian. Jadi tiga hal ini saja jadi fokus, sementara yang lainnya mendukung tiga macam riset ini,” jelasnya.

Terhadap riset berbasis perikanan, harus mampu dikembangkan secara teknologi, baik untuk sistem penangkapan, pengembangan budidaya perikanan baik di darat maupun pola pengembangan di lepas pantai (laut), bahkan untuk perkapalan nelayan.

Kemudian kedua, riset berbasis pertambangan, baik sumber daya alam pertambangan yang sudah ditemukan dan digarap seperti batubara, maupun tambang gas yang perlu disiapkan teknologi pemanfaatanya, serta sumber daya manusianya.

Ketiga, riset pengembangan berbasis pertanian dan peternakan, hal tersebut menjadi penting karena Aceh secara umum berada di wilayah dua sisi, yakni pantai dan darat, yang kaitannya dengan sektor pertanian.

“Pengembangan pohon pisang seperti di kampus UTU, itu hanya menjadi unit plus atau nilai tambah, ketika nanti ada produksi pisang, sudah banyak, maka bisa direncanakan teknologi pangan yang mesti dilakukan,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, Kemenristekdikti, ingin mendorong semua perguruan tinggi di Indonesia ke depan semakin kuat, kalau ada perguruan tinggi kecil swasta seperti di Aceh maupun di Medan, sebaiknya bergabung melalui merger.

Ia tidak memperhatikan di Aceh dalam setahun ini masih terdapat atau tidak perguruan tinggi illegal, namun diingatkan agar tidak sampai berkembang karena keberadaan kampus swasta illegal dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Saya tidak memperhatikan di Aceh, pokoknya jangan sampai kampus illegal berjalan terus, kita tutup kalau ada, karena itu akan menurunkan kualitas sdm Indonesia. Kalau bisa laporkan pada kami, kita juga monitoring lewat kopertis,” katanya menambahkan.

Menristekdikti mengadakan kuliah umum di UTU dan melakukan penanaman pohon pisang serta penanaman padi inpara 5 di area tiga hektare Teuku Umar University Farm, acara itu dihadiri Kapolres Aceh Barat, Bupati Nagan Raya dan anggota DPR Aceh.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: