Aksi para penyadang disabiltas dengan berpakaian adat dari berbagai daerah Nusantara menuntut kepada pemerintah Jokowi - JK untuk segera membentuk Komisi Nasional Disabilitas agar tidak ada lagi diskriminasi. AKTUAL/Munzir

Palembang, Aktual.com – Kementerian Sosial membantu pengobatan pasangan kakak beradik penyandang disabilitas di Desa Awal Terusan Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

Plt. Direktur Rehabilitasi Sosial dan Penyandang Disabilitas Kemensos Salahudin di OKI, Minggu, mengatakan Kemensos dan Pemerintah Kabupaten OKI memastikan penyandang disabilitas Cerebral Palsy (CP) yakni Marlina (34) dan Senen (26) dapat menerima pelayanan dari rumah sakit.

“Kami akan bawa ke rumah sakit di Palembang untuk dilakukan observasi terlebih dahulu. Jika harus dirujuk ke Solo maka kami akan bawa ke sana karena rumah sakitnya memang dikhususkan untuk menangani kasus-kasus seperti itu,” kata Salahudin saat memberikan bantuan pengobatan kepada Marlina dan Senen.

Kasus ini banyak terjadi di provinsi di Tanah Air namun pada umumnya langsung mendapatkan penanganan dari pemerintah kabupaten dan Kemensos.

Penanganan yang dilakukan, mulai dari pengobatan hingga melatih penderita mandiri atau setidaknya dapat mengurus diri sendiri.

Jika tidak bisa ditanggulangi secara medis, maka keberlangsungan hidup keluarga ini akan menjadi perhatian pemerintah.

“Kita ingin mengupayakan semaksimal mungkin. Perintah Mensos harus diselamatkan. Artinya kami juga pikirkan bagaimana kelangsungan hidup keluarga ini ke depan,” kata dia.

Dua kakak beradik ini mengidap Cerebral Palsy (CP). Pada saat lahir kondisi fisik keduanya normal, namun pada usia 6 bulan, keduanya mengalami kejang demam berulang dan hal tersebut mengakibatkan kerusakan pada syaraf motoriknya.

Hal tersebut mengakibatkan gangguan padan pola gerak, otot, keseimbangan dan postur tubuh.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan data lapangan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten OKI, keluarga ini telah mendapatkan bantuan dari pemerintah sejak tahun 2006.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Fara Diba mengatakan respon terhadap penderitaan yang dialami putra putri pasangan Hamdi (70) dan Karsi (61) ini berkat keterpaduan dan kerja sama antara Kementerian Sosial dan Pemerintah Daerah.

Selain Marlina dan Senen, observasi kesehatan juga akan dilakukan kepada Tantri (17) adik ketiga mereka. Hal ini dilakukan mengingat kedua orang tua mereka sudah uzur jika telah tiada maka tumpuan hidup ada pada Tantri.

“Pendampingan pemeriksaan lanjutan kepada Tantri untuk kondisi skoliosis-nya dan jika memerlukan penanganan lebih lanjut juga akan dirujuk ke RS Orthopedi Prof. Dr. Soeherso di Surakarta,” kata dia.

Marlina, Senen, Tantri dan kedua orang tuanya sudah menerima berbagai program pemerintah antara lain tercatat sebagai pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan sudah masuk dalam DTKS.

Selain itu Keluarga Hamdi juga mendapatkan berbagai bantuan sosial seperti BPNT, BST, BLT-DD, Rutilahu BAZNAS Kabupaten OKI dan bantuan kebutuhan dasar dari Polres Ogan Komering Ilir, serta mendapatkan fasilitasi pemeriksaan kesehatan umum oleh Dokter Puskesmas Awal Terusan yang berkunjung ke rumah.

(Antara)

(Andy Abdul Hamid)