Jakarta, Aktual.com – Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Kontruksi (BP2JK)  Kementerian PUPR membatalkan lelang paket Preserasi jalan dan jembatan Tanjungbumi Pamekasan-Sumenep yang dimenangkan oleh PT.Amin Jaya Karya Abadi.

Pasalnya, Lelang paket senilai 42 Miliar tersebut sudah melalui berbagai tahapan yang dilaksanakan di LPSE mulai tanggal 28 Desember 2021.

Upload dokumen penawaran, tahapan pembukaan dokumen penawaran dan dilanjutkan dengan tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga yang dilakukan oleh PT.Amin Jaya Karya Abadi

Lebih lanjut, Tahapan tersebut diantaranya adalah, upload dokumen penawaran, tahapan pembukaan dokumen penawaran dan dilanjutkan dengan tahapan evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis, dan harga.

Dengan selesainya tahapan evaluasi dilanjutkan tahapan pembuktian kualifikasi dalam proses ini mengalami 3 perubahan dari tanggal 10 Februari – 25 Februari 2022.

Pada tanggal 25 Februari, Pokja Kementrian PUPR sudah menentukan pemenang yaitu PT. Amin Jaya Karya Abadi dengan melabeli tanda bintang sebagai tanda pemenang paket lelang tersebut.

Seterusnya, Pasca PT. Amin Jaya Karya Abadi memenangkan tander tersebut, ada sejumlah gerakan yang dilakukan oleh sejumlah kelompok kepentingan, dengan mengerahkan ormas yang melakukan aksi demo di depan BP2JK dan Balai 8 Jawa Bali, pada 1 Maret 2022.

Setelah demo yang dilakukan oleh ormas tersebut, Pokja merubah jadwal kembali pada tanggal 21 maret 2022 untuk mengeluarkan berita acara evaluasi.

Tak sampai di situ, massa aksi kembali menggelar aksi ke dua pada tanggal 22 Maret 2022.

Pokja merubah kembali semua jadwal tahapan dan hasil penetapan pemenang yang sebelumnya di tetapkan pada PT. Amin Jaya Karya Abadi menjadi batal atau hilang dan kembali ke tahapan awal evaluasi.

“Kami menduga ada tekanan dan intervensi dari orang atau kelompok yang berkepentingan dengan proyek tender tersebut sampai harus mengerahkan massa untuk menekan Pokja agar merubah hasil tender tersebut”, Ujar Manager PT. Amin Jaya Karya Abadi Ripkianto.

Saya tidak tahu ini ada apa dengan BP2JK.  Sekelas Kementrian bisa takut dengan demo yang tidak jelas dan tendensius. Kami mempertanyakan letak independentsi BP2JK, sampai bisa di intervensi oleh segelintir masa melalui aksi demonya di BP2JK” Jelas Ripkianto.

(Arie Saputra)