Padang, aktual.com – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bekerja sama dengan Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat, meluncurkan program kampus sehat.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes RI, Anung Sugihartono di Padang, Senin, mengatakan Program Kampus Sehat diharapkan dapat menggerakkan sektor pendidikan untuk berperan aktif dalam mewujudkan Indonesia sehat.
“Program ini masih dalam tahap uji coba dan baru akan dilaksanakan di empat universitas yaitu Universitas Indonesia, Universitas Andalas, Universitas Negeri 11 Maret, Majelis PP Dikti Muhamadiyah (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta),” katanya.
Selain itu, program kampus sehat ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan visi negara di 2045 maka intelektual muda tidak hanya didorong dalam kemampuan fisik.
Menurutnya, kampus sehat tidak hanya dimaknai secara fisik, namun juga secara sosial.
Selain itu, ia juga mengatakan dalam program kampus sehat terdapat tiga pilar yakni pilar kebijakan institusi, hal-hal yang berkaitan dengan aspek perilaku, dan pelayanan kesehatan yang komprehensif.
Lebih lanjut, kata Anung, kampus sehat berpengaruh terhadap tersedianya calon pemimpin di masa mendatang.
“Bicara tentang kampus sehat, maka kita bicara tentang bagaimana cara menyiapkan calon pemimpin di masa mendatang yang mampu memberikan contoh ke masyarakat tentang hidup sehat,” katanya.
Menurutnya, selain cerdas dalam berkomunikasi, seorang pemimpin juga harus mampu menjaga kesehatan tubuhnya dan memberikan contoh pola hidup sehat ke masyarakat ke depannya.
“Sehat bukan hanya bebas dari kecacatan tapi dapat mendorong produktivitas,” kata dia.
Ia menegaskan, Kemenkes menjalin kolaborasi di beberapa universitas di Indonesia untuk mewujudkan kampus sehat.
Ia juga berpesan kepada Dinas Kesehatan Sumbar agar bisa menjadikan Padang menjadi bagian barometer kemajuan pulau Sumatera secara keseluruhan disamping Medan dan Palembang.
“Dinkes bukan hanya mensupervisi tapi juga memfasilitasi dan kita dari Kemenkes akan mendukung dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN),” kata dia.[Eko Priyanto]
(Zaenal Arifin)