Jakarta, Aktual.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika turut merespons adanya dugaan kebocoran data pribadi 279 juta penduduk Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi mengatakan, Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kemkominfo langsung melakukan penelusuran dugaan kebocoran data pribadi tersebut.

“Hingga malam ini, pukul 20.00 WIB, tim masih bekerja dan sejauh ini BELUM dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kebocoran data pribadi dalam jumlah yang masif seperti yang diduga,” ujar Dedy dalam keterangan tertulis, Kamis (20/5) malam.

Dedy mengatakan, kesimpulan tersebut diambil setelah dilakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar. Kemkominfo dikatakan Dedy juga melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Penelusuran dan penyelidikan masih akan terus dilakukan secara mendalam dan perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan kemudian,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Dedy, Kementerian Kominfo meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi, untuk semakin meningkatkan upaya dalam menjaga keamanan data pribadi yang dikelola dengan menaati ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan.

“Kementerian Kominfo juga mengajak seluruh masyarakat untuk semakin berhati-hati dan waspada dalam melindungi data pribadinya dengan tidak membagikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak berkepentingan, memastikan syarat dan ketentuan layanan yang digunakan, secara berkala memperbarui password pada akun-akun elektronik yang dimiliki, dan memastikan sistem keamanan perangkat yang digunakan selalu up to date,” tutupnya. (RRI)

(Warto'i)