Jakarta, Aktual.com – Situasi warga negara Indonesia (WNI) di Iran dipastikan masih dalam kondisi relatif aman di tengah meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang, menyampaikan pemerintah terus memantau perkembangan melalui komunikasi intensif dengan perwakilan Indonesia di Teheran.
“Saat ini relatif aman,” ujar Yvonne di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan Duta Besar RI di Teheran secara aktif berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk memastikan kondisi seluruh WNI tetap terpantau. Menurutnya, seluruh WNI yang berada di Iran telah dihubungi secara aktif oleh KBRI Teheran.
“Semua dikontak aktif oleh KBRI Teheran,” katanya.
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menetapkan rencana evakuasi karena situasi dinilai masih terkendali.
“Belum ada rencana evakuasi,” ucapnya singkat.
Yvonne menyebut jumlah WNI yang tercatat berada di Iran saat ini sekitar 300 orang. Pemerintah, kata dia, tetap mengedepankan langkah antisipatif dengan memperkuat komunikasi, pendataan, serta layanan kekonsuleran apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan situasi keamanan.
Seperti diketahui, ketegangan kawasan meningkat seiring laporan sejumlah media internasional yang menyebut adanya potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Media Israel melaporkan Yordania dan Uni Emirat Arab disebut siap memberikan dukungan kepada Amerika Serikat apabila terjadi serangan terhadap Iran, termasuk dalam bentuk intelijen, logistik, dan pertahanan udara.
Laporan tersebut juga menyebut kemungkinan keterlibatan Inggris dalam skenario serupa, terutama untuk membantu mencegat rudal dan drone jika terjadi serangan balasan. Di sisi lain, dinamika kawasan Timur Tengah masih diwarnai ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan di Gaza serta hubungan Iran dengan sejumlah negara Barat.
Kondisi tersebut membuat sejumlah negara meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk pengamanan wilayah udara dan penguatan kerja sama pertahanan regional. Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan WNI di wilayah terdampak tetap menjadi prioritas utama.
Artikel ini ditulis oleh:
Achmat
Eka Permadhi
















