Jakarta, Aktual.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah, dipicu sinyal kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve (Fed).

IHSG ditutup melemah 5,29 poin atau 0,08 persen ke posisi 7.012,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 1,54 poin atau 0,15 persen ke posisi 995,22.

“Untuk sentimen bagi IHSG masih ada dari sentimen global, dimana The Fed memberikan sinyal masih adanya tren kenaikan suku bunga paling tidak hingga awal 2024,” kata Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana saat dihubungi di Jakarta, Selasa (29/11).

Selain itu, lanjut Herditya, pelemahan IHSG dipicu merebaknya kasus harian COVID-19 di China yang mencapai angka 40 ribu kasus, sehingga akan diterapkan kembali zero COVID policy dan lockdown di China sehingga menimbulkan gelombang demonstrasi.

“Dengan adanya lockdown ini tentu saja akan menimbulkan dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi China dan nampaknya akan berpengaruh ke ekonomi global karena China merupakan negara importir komoditas dunia seperti CPO, minyak, dan batu bara,” ujar Herditya.

Dibuka melemah, IHSG tak lama menguat namun tak sampai sejam kembali bergerak ke zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam 2,82 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor transportasi & logistik masing-masing turun 1,56 persen dan 0,72 persen.

Sedangkan tujuh sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi 1,69 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor properti & real estat masing-masing naik 0,6 persen dan 0,19 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SULI, BSBK, INDX, PBRX, dan JAST. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni EMTK, PNLF, GOTO, ZATA, dan BBSS.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp777,21 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp239,16 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.466.913 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 25,54 miliar lembar saham senilai Rp15,41 triliun. Sebanyak 238 saham naik, 274 saham menurun, dan 191 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 134,99 atau 0,48 persen ke 28.027,84, Indeks Hang Seng naik 906,74 atau 5,24 persen ke 18.204,68, Indeks Shanghai meningkat 71,2 poin atau 2,31 persen ke 3.149,75, dan Indeks Straits Times menguat 36,3 poin atau 1,12 persen ke 3.276,36.

(Warto'i)