Jakarta, Aktual.co —Gejala-gejala kekurangan gizi atau pun gejala penyakit lainnya, bisa terlihat dengan tanda-tanda sederhana yang muncul pada bagian tubuh Anda.
Tanda tersebut juga sekaligus menjadi alat antisipasi agar meningkatkan asupan gizi.
Misalnya, detak jantung tidak teratur bisa menunjukkan kekurangan zat magnesium. Tekanan darah tinggi dapat diatasi dengan banyak mengasup asam askorbat dan L-lisin harian. Kesehatan jantung umum dapat didukung dengan CoQ10 atau Ubiquinol.
Kemudian, bila tenggorokan Anda bengkak dan menderita lesu, bisa ditingkatkan dengan menambahkan suplemen yodium atau makanan kaya yodium dari rumput laut.
Selain itu, bila kulit bersisik merah di wajah dekat hidung, ini mungkin merupakan tanda kekurangan vitamin B2 (riboflavin). Ini butuh vitamin B kompleks (atau organik granul bee pollen, red).
Menghadapi gejala tersebut, pastikanlah Anda makan cukup biji-bijian, telur dan susu. Makanan berbasis tumbuhan termasuk bayam, brokoli, kubis brussel, jamur, alpukat dan kacang-kacangan. B2 membantu mengaktifkan vitamin B lainnya.
Sementara itu, lidah pecah-pecah itu juga tanda kekurangan zat besi. Luka yang menyakitkan pada lidah pecah-pecah merupakan defisiensi vitamin B3 (niacin). Lidah sakit seperti terbakar dan bibir mengelupas berarti kekurangan vitamin B2.
Selain itu, juga didapati pada kuku bintik-bintik putih, biasanya menunjukkan asupan seng yang rendah. Kuku lunak atau rapuh biasanya menunjukkan kekurangan magnesium.
Asupan energi yang rendah bisa terkena anemia. Tanda ini menunjukkan, kekurangan vitamin B 12. Pastikan, bahwa Anda mengonsumsi ‘Methylcobalamin’ pada tablet sublingual dan vitamin B lainnya juga.
Sedangkan, tangan dingin tidak selalu menunjukkan ‘hati yang hangat’. Hal ini dapat menunjukkan, hipotiroidisme (kekurangan yodium) atau kadar magnesium yang rendah. Maka, Anda harus cukup vitamin C dan vitamin K, demikian laman Nature melaporkan.
Artikel ini ditulis oleh:

















