Padang, Aktual.com – Perkiraan sementara kerugian akibat bencana yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat sejak Selasa (3/1) hingga Kamis (5/1) 2017 mencapai Rp16,3 miliar.

“Data kerugian yang telah final baru dari Kabupaten Solok yaitu Rp13,4 miliar. Sedangkan untuk kabupaten dan kota lainnya masih data sementara, bahkan ada yang belum masuk datanya,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumbar Nasridal Patria, di Padang, Kamis (12/1).

Data sementara yang masuk di antaranya kerugian untuk Kota Solok mencapai Rp1,6 miliar, Agam Rp313 juta, Pesisir Selatan Rp1 miliar, dan kerugian akibat pohon tumbang di Padang sekitar Rp15 juta.

“Data yang masuk ini baru yang berkaitan dengan areal pertanian yang rusak, hewan milik warga yang hanyut, dan kerusakan kecil lainnya. Sedangkan untuk kerusakan infrastruktur seperti jalan dan jembatan masih belum masuk, kecuali Kabupaten Solok yang telah final datanya.”

BPBD masing-masing daerah saat ini terus melakukan pendataan dan dalam waktu dekat akan menyampaikan laporannya ke BPBD provinsi setempat. “Kami tunggu data itu agar total kerugian bisa segera diketahui dan bisa dicarikan solusi penanganannya.”

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Merry Yuliesday mengatakan stok obat-obatan di Sumbar masih mencukupi untuk persiapan penanganan kesehatan warga pascabencana.

“Kami siaga sejak terjadi bencana. Namun sampai sekarang stok obat-obatan masing-masing kabupaten dan kota masih mencukupi hingga tidak ada yang meminta bantuan ke provinsi,” katanya.

Sebelas kabupaten dan kota di Sumbar terkena bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak Selasa (3/1), yaitu Kabupaten dan Kota Solok, Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, Agam, Padang Panjang, Mentawai, Pasaman, Pasaman Barat, Solok Selatan, Kota Bukittinggi.

(Wisnu)