Ilustrasi

Jakarta, Aktual.Com-Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan kerugian yang timbul akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat diperkirakan menembus angka Rp 252,9 miliar. Angka tersebut berasal dari kerugian di bidang pendidikan, pertanian, pekerjaan umum, perikanan, kesehatan dan perdagangan.

Lebih lanjut Sutopo mengatakan kerugian tersebut hanya mencakup kerugian ekonomi. Lantaran belum termasuk korban jiwa sebanyak 8 orang tewas dan 3 orang lainnya yang mengalami luka berat.

“Saat ini seluruh korban meninggal telah dikembalikan kepada keluarganya. Untuk korban luka berat yang dirawat di RSUD Adnaan WD Payakumbuh telah kembali ke rumahnya masing-masing,” ucap Sutopo di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Imbas dari kerusakan akibat banjir dan longsor kata dia cukup luas, hal tersebut meliputi 3.482 rumah terendam di 11 kecamatan yang meliputi 40 Nagari dan masa tanggap darurat masih berlakukan hingga Kamis (16/3) mendatang.

BNPB kata Sutopo memberikan bantuan berupa uang tunai dengan total bantuan tersebut mencapai Rp 1,74 miliar.

Lantaran selama bencana masyarakat tidak dapat bekerja sehingga tidak memiliki penghasilan, kata Sutopo pemerintah memberikan bantuan cash for work. “BNPB memberikan bantuan Rp 50 ribu per hari selama 10 hari kepada 3.482 KK yang rumahnya terdampak langsung banjir dan longsor. Total bantuan cash for work sebesar Rp 1,74 milyar,” jelas Sutopo .

Kegiatan cash for work ini sambung Sutopo meliputi kerja bakti lingkungan dan permukiman, perbaikan darurat sarana prasarana lingkungan dan lainnya. Saat ini jalur distribusi untuk ekonomi pun sudah bisa berjalan karena jalan nasional yang putus di Km 187 sudah dapat dilalui kendaraan besar.

(Bawaan Situs)