Jakarta, Aktual.co — Kota Ferguson di Amerika Serikat mejadi saksi bisu kerusuhan dan penjarahan setelah juri memutuskan untuk tidak memberikan tuntutan atas tewasnya seorang remaja kulit hitam.
Dilansir dari BBC News, Penembakan yang dilakukan oleh polisi kulit putih, Darren Wilson, terhadap Michael Brown (Remaja kulit hitam), pada Agustus lalu, memicu reaksi keras.
Seorang Kepala Polisi mengatakan bahwa peristiwa kerusuhan di Ferguson merupakan kejadian terburuk dari kekerasan yang pernah ada sebelumnya.
“Perusuh menembakkan 150 kali tembakan,” kata dia.
Komunitas Afrika-Amerika menuntut polisi tersebut diberi sanksi atas perbuatannya, namun para juri yang berunding memutuskan untuk tak memberi rekomendasi tersebut.
Presiden AS Barrack Obama yang mendatangi keluarga korban, Senin (24/11), berupaya untuk menenangkan dan meminta semua pihak menerima keputusan tersebut.

()