Jakarta, Aktual.co —Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendatangi ruang Sekretariat Komisi E di lantai satu gedung DPRD yang sedang diperiksa 15 petugas Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri hari ini Senin (27/4), Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Datang pukul 19.44 WIB, Prasetio langsung masuk ruangan untuk melihat langsung penggeledahan di ruang sekretariat komisi yang mengurusi kesejahteraan rakyat itu. 
Tidak sampai dua menit, Pras sudah keluar dari ruangan. Kepada awak media, politisi PDI-P itu menjelaskan penggeledahan memang terkait kasus dugaan korupsi di pengadaan uninterruptible power supply (UPS) Pemprov DKI tahun anggaran 2014. Dimana sebelumnya sudah mencokok dua pejabat Pemprov DKI, Alex Usman dan Zainal Sulaiman.
“Terjadi penggeledahan dari bareskrim menyangkut masalah UPS. Saya tidak tahu detailnya. Apa hubungannya sahabat saya pak Fahmi dan pak Haji Lulung dipanggil Bareskrim,” kata Pras, usai meninjau penggeledahan, Senin (27/4).
Pras sendiri mengaku baru mengetahui adanya penggeledahan setelah melihat running text berita di televisi. Lalu menerima kabar dari Sekretaris Dewan pada pukul 14.00 WIB.
“Saya tidak tahu datang atau tidak dan sekitar pukul dua saya mendapatkan laporan dari Pak Sotar (Sekretariat Dewan) ada penggeledahan saya langsung ke sini, ini ada surat nya mengenai UPS, kebetulan dari bareksrim sudah ada tersangkanya,” ujar dia.
Sore tadi, politisi Gerindra Syarif juga sempat menyambangi proses penggeledahan. Serupa seperti Pras, Syarif juga hanya sebentar saja melongok ke dalam. Saat ditanya wartawan mengenai penggeledahan tersebut, sambil berlalu Syarif hanya menjawab singkat, ” Ya ngga apa biar selesai semua.” 
Sedangkan Lulung sendiri saat dikonfirmasi sore tadi mengaku masih berada di Manado mengikuti acara partainya, PPP. Namun dia mengatakan malam ini akan segera kembali ke Jakarta dan akan langsung menuju DPRD DKI setiba di Jakarta. 
“Ini malam saya langsung ‘take off’. Saya mau langsung ke kantor nanti,” ucap dia.

Artikel ini ditulis oleh: