Medan, Aktual.co — Ketua DPRD Sumatera Utara, Ajib Shah meminta aparat kepolisian untuk dapat melacak pihak-pihak yang diduga menjadi provokator yang memicu bentrokan warga dengan mahasiswa yang tengah melakukan unjuk rasa penolakan kenaikan harga BBM.
“Maka kita minta aparat, seluruh aparat yang bertugas khusus kepolisian, kita harapkan pak Kapolda turunkan personil yang simpatik dan bisa membaca pihak-pihak yang diduga memprovokasi, karena adik-adik mahasiswa yang jadi korban,” ujar Ajib kepada Aktual.co saat dihubungi melalui selulernya di Medan, Jumat (14/11).
Ditegaskan Ajib, agar penanganan terhadap aksi-aksi unjuk rasa oleh aparat kepolisian tidak dilakukan dengan kekerasan dan mengedepankan pendekatan persuasif.
“Jangan dengan kekerasan, saya melihat pak Kapolda bisa lebih bijak lah itu,” tandasnya.
Kepada Mahasiswa, Ajib juga meminta, aksi unjuk rasa dapat dilakukan dengan tertib dan tidak merusak fasilitas dan kepentingan umum.
“Harapan kita adik-adik mahasiswa sampaikanlah aspirasi dengan tertib, jangan mersak fasilitas umum, kita buatlah kemaslahatan di Sumut ini,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, aksi unjuk rasa seratusan mahasiswa di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU) kemarin, Kamis (13/11) berakhir bentrok dengan warga yang diduga merupakan preman.
Seorang mahasiswa Fakultas Pertanian terkena bacok dan mendapat perawatan di RS Elisabeth Medan.
Artikel ini ditulis oleh:














