Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) Faisal Basri menuding Hatta Rajasa biang keladi kekacauan industri bauksit nasional. Kekacauan tersebut terkait Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2014 terbit pada tanggal 12 Januari 2014 yang berisi tentang larangan ekspor bahan mentah produk pertambangan dan mineral.
Ketua Komisi VI DPR RI Achmad Hafisz Tohir menilai Faisal Basri seharusnya bersyukur dengan keluarnya Permen tersebut, kecuali Faisal Basri mempunyai pesan tersendiri.
“Semestinya Faisal Basri itu bersyukur dengan terbitnya Permen smelter tersebut. Karena secara jangka panjang Negara menjadi untung bukan buntung,” ujar Achmad Hafisz Tohir kepada Aktual di Jakarta, Rabu (27/5).
Menurutnya, Bangsa Indonesia selama ini terus dibohongi oleh pemilik modal asing dan pengusaha asing yang ingin menguasai bahan mineral mentah tanpa diolah terlebih dahulu. Mereka tidak ingin Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah dan mampu mengolah kekayaan alam sendiri melalui transfer ilmu pengetahuan.
“Selama ini kita selalu dibohongi pihak asing terus dengan melepas begitu saja bahan bahan mineral mentah (raw material). Menurut saya Faisal Basri membawa pesan kepentingan asing untuk mengeruk kekayaan negara,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka














