Jakarta, Aktual.co — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menyosialisasikan empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara bagi pegawai negeri sipil dan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Empat pilar itu yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Zulkilfi Hasan di Bandarlampung, Jumat (7/11).
Dia mengatakan, keempat pilar itu harus menjadi dasar dan pertimbangan bagi pengambil keputusan di Lampung dalam mengambil kebijakan.
Sosialisasi empat pilar yang dulu bernama Empat Pilar Kebangsaan itu, kata dia, menjadi program MPR RI sejak 2009 dan merupakan sarana bagi pemerintah untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
MPR, kata dia, menilai saat ini ada degradasi yang cukup besar terkait pemahaman dan penegakan nilai-nilai keempat pilar tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu program sosialisasi tersebut harus tetap dilakukan di seluruh Indonesia. “Lampung menjadi daerah pertama yang menjadi titik sosialisasi empat hal tersebut,” kata dia..
Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika merupakan program rutin MPR sejak 2009-2014. Sosialisai itu dulu bernama Empat Pilar Kebangsaan, namun diubah setelah keputusan Mahkamah Konstitusi yang mencabut kata Empat Pilar Kebangsaan karena menyejajarkan dasar negara Pancasila dengan pilar lain yang dinilai bertentangan dengan perspektif konstitusional.
Acara tersebut diselenggarakan karena MPR menilai semakin lungturnya nilai kemajemukan dan pemahaman terhadap nilai pilar kebangsaan yang semakin sempit akibat ketidakkeadilan pembangunan.
Selain itu, kuatnya pengaruh asing akibat globalisasi juga dinilai menjadi salah satu pendorong degradasi terhadap nilai kebangsaan.

()

()