Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Ma’ruf Amin, menuturkan, bahwa penggunaan langgam-langgam apapun dalam membaca ayat suci Al Quran tidak bermasalah.

Meskipun dirinya mengakui perbedaan pendapat selalu ada. “Yang jelas dari MUI, kami tidak membuat pernyataan apa-apa. Tapi secara pribadi, saya melihat sepanjang bacaannya itu benar, menurut saya pribadi tidak ada masalah kalau hanya soal lagu saja,” ujar KH. Ma’ruf Amin, ditemui di kantornya, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/05).

“Bacaan Al Quran yang benar itu berarti tajwidnya benar, makhrajnya benar. Kalau ada tajwid yang salah, maka kesalahannya bukan pada langgamnya, tapi pada bacaannya,” sambung kiyai Ma’ruf.

Menurut Kiyai Ma’ruf, muncul langgam-langgam yang lain, asalkan syarat-syaratnya tetap terpenuhi.

Untuk diketahui, pro kontra penggunaan langgam Jawa dalam membaca Al Quran muncul sejak Peringatan Isra’ Mi’raj di Istana Negara, Jumat (15/5) lalu.

Spontan banyak umat Islam ketika mendengarnya langsung mengkritik penggunaan langgam Jawa tersebut, walaupun sebagian yang lain memperbolehkan selama tidak melanggar kaidah tajwid-nya.

Artikel ini ditulis oleh: