Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan bahwa tidak ada larangan bagi keturunan PKI bergabung dengan TNI asal setia pada Pancasila dan NKRI.

Menurutnya kita tetap harus waspada karena masih ada yang berusaha untuk memutarbalikkan sejarah seperti dalam kasus ‘Kamus Sejarah’ yang menonjolkan tokoh-tokoh PKI dan menghilangkan nama pendiri Nahdlatul ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.

Selain itu, Fadli juga mengingatkan soal komunisme versi baru yang perwujudannya seperti memecah belah bangsa, adu domba, anti agama termasuk Islamophobia.

“Sebenarnya tak ada larangan bagi keturunan PKI sejak reformasi, selama setia pada Pancasila dan RI,” kata Fadli Zon kepada wartawan, Kamis (31/3).

“Namun kewaspadaan tetap perlu, karena masih ada yang berusaha memutarbalik sejarah atau membelokkan sejarah seperti dalam kasus ‘Kamus Sejarah’ yang menonjolkan tokoh-tokoh PKI dan menghilangkan nama KH Hasyim Asy’ari,” ujar Fadli.

“Juga komunisme ‘gaya baru’ yang perwujudannya seperti memecah belah bangsa, adu domba, anti agama termasuk Islamophobia,” imbuhnya.

Fadli juga menjelaskan bahwa ideologi komunisme dan PKI masih terlarang hingga kini berdasarkan TAP MPRS No 25/1966 dan UU No.27/1999. Oleh sebab itu, Fadli Zon mengingatkan harus tetap waspada dengan gerakan komunisme era saat ini.

Untuk diketahui, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memperbolehkan anak keturunan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI) ikut seleksi TNI. Terobosan ini bukan yang pertama kalinya. Jenderal Andika juga pernah membuat sejumlah terobosan lain.

(Dede Eka Nurdiansyah)