Jakarta, Aktual.com -Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik ( Puskepi), Sofyano Zakaria mengaku mendapat informasi dari internal PT Pertamina (Persero) bahwa track record soal prestasi Rachmad Hardadi tidak begitu menonjol.
Berkaitan dengan perebutan kursi Dirut Pertamina, kinerja Hardadi yang datar itu perlu menjadi catatan negatif bagi pemangku kebijakan untuk lebih selektif dalam memutuskan orang yang layak menahkodai perusahan migas nasional itu.
“Menurut beberapa sumber dari internal Pertamina, Rachmad Hardadi dinilai biasa-biasa saja prestasinya ketika menjadi Direktur Pengolahan, bahkan cenderung dinilai tidak sukses,” kata Sofyano kepada Aktual.com, Selasa (7/3)
Tak berbeda dengan Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean, ia menilai sosok Hardadi bukanlah orang yang tepat untuk menjabat sebagai orang nomor wahid di perusahaan BUMN itu.
“Rachmad Hardadi bukanlah orang yang tepat untuk menduduki posisi Dirut Pertamina. Ada beberapa alasan yang membuat kami ragu akan kemampuan, kapasitas, kapabilitas serta visi dari Dia terhadap Pertamina,” kata Ferdninand kepada Aktual.com, Jumat (17/2).
Menurutnya, Rachmat Hardadi ketika menjabat Direktur Pengolahan, dia tidak mampu menunjukkan profesionalitas.
“Kita lihat banyak kilang tidak diurus dengan benar. Jadwal maintenance tidak dilakukan, sehingga dampaknya beberapa bulan lalu terjadi gangguan secara beruntun,” tukasnya.
Pewarta : Dadangsah Dapunta
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs














