Jakarta, Aktual.co — Politikus PDIP Masinton Pasaribu menegaskan bahwa Presiden Jokowi harus berani bertindak dengn melakukan evaluasi dan mengganti pembantunya yang tidak sesuai dengan visi misi pemerintah, termasuk Rini Soemarno.
“Menteri Rini sering bertentangan dalam kebijakanya dengan rakyat terkait BBM. Kenaikan BBM akan berimplikasi kepada kehidupan rakyat. Maka, presiden tidak perlu ragu mereshuflenya,” kata Masinton saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (28/4).
Ia berpandangan bahwa jika Presiden Jokowi tetap mempertahankan menteri dengan kinerja yang buruk dalam menjalankan roda pemerintahan, maka hal itu akan menimbulkan sikap apatis rakyat.
“Dampaknya nanti pemerintah, kalau anggota kabinet sebagai pembantu presiden yng berkinerja buruk tetap dipertankan, apalagi tidk sesuai dengan harpan rakyat maka nanti implikasinya adalah rakyat tidk percaya pda kepemimpinan presiden, apatis,” tandas dia.
Isu reshuffle kabinet semakin santer terdengar. Kabarnya ada beberapa menteri yang akan direshuffle dalam waktu dekat ini.
Sebanyak lima menteri mendapat peringkat memprihatinkan, di bawah nilai standar (60) atau KW3 dalam penelitian yang dilakukan Lingkar Studi Perjuangan (LSP). Kelima menteri ini harus segera dievaluasi dan dilakukan perombakan kabinet. 
“Kelima menteri itu yakni Sofyan Djalil, Hanif Dhakiri, Bambang P. Brodjonegoro, Sudirman Said, dan Rini Soemarno,” ungkap Peneliti LSP Gede Sandra.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang