Ilustrasi-Syekh Abu Ishaq Ibrahim Al-Tazy

Jakarta, aktual.com – Syekhul Akbar Muhyiddin Ibn Arabi memiliki seorang guru bernama Syekh al-‘Uryabi. Syekh al-‘Uryabi merupakan seorang sufi yang telah mencapai maqam tinggi dalam dunia tasawuf.

Salah satu kelebihannya beliau yaitu ia tidak bisa membaca dan menulis bahkan menghitung. Akan tetapi, ketika ia memberikan pembelajaran berkaitan dengan agama ia akan menyampaikannya dengan lugas. Bahkan, ibn Arabi sendiri mengatakan, “Jika beliau sedang berkenan untuk berbicara tentang ilmu tauhid, ilmu ketuhanan, cukuplah engkau hanya menjadi pendengar saja,”.

Pada suatu hari, pernah datang seorang laki-laki sowan kepada Syekh al-‘Uryabi dengan membawa anaknya. Saat itu, Ibn Arabi sedang berada disamping sang guru.

Saat itu Syekh al-‘Uryabi telah kehilangan penglihatannya karena umur yang semakin sepuh.

Sang laki-laki kemudian mengucapkan salam dan menyuruh anaknya juga mengucapkan salam kepada Syekh al-‘Uryabi sebagai penghormatan kepada seorang ulama besar.

Setelah melakukan penghormatan sang laki-laki berkata, “Tuanku, anakku ini termasuk orang yang berhasil menghapal Al-Qur’an dan menjaganya,”

Tentu saja maksud dari sang laki-laki tersebut hendak memberitahukan prestasi anaknya. Ia ingin menceritakan bahwa ia ingin anaknya menjadi orang yang shaleh.

Tapi aneh, tiba-tiba saja Syekh al-‘Uryabi menjadi gusar. Ibn Arabi berpendapat bahwa gurunya tersebut mengalami “Hal” (perubahan Psikologi secara mendadak karena tak sanggup mengimbangi kehadiran Tuhan).

Lantas sang Syekh berkata, “Yang Maha Abadi (Allah) lah yang menjaga yang tak abadi, al-Qur’an-lah yang menjaga anakmu dan menjaga kita semua,”

Setelah mendengar hal itu, Sang Laki-laki terlihat kaget. Akan tetapi, ia paham apa yang diucapkan oleh Syekh al-‘Uryabi.

Waallahu a’lam.

(Rizky Zulkarnain)