Jember, Aktual.com – Komunitas Jurnalis Independen (KJI) Jember terus berupaya ikut membantu pemerintah untuk memenuhi target capaian vaksinasi 70 persen di akhir tahun nanti.

Jika sebelumnya KJI Jember bekerjasama dengan Pemerintah Desa Menampu Kecamatan Gumukmas dan Serikat Tani Laskar Sholawat menggelar vaksin, kali ini Kecamatan Balung akan menjadi giliran serbuan vaksin berikutnya dengan jenis Vaksin Pfizer dosis 1 dan 2.

Di Kecamatan Balung sendiri kegiatan vaksin akan dipusatkan di Aula terbuka Dira Shoping Center Balung Jember. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dan sinergi antara KJI Jember bersama dengan Komunitas group Facebook Seputar Kabar Balung (SKB), RSUD Balung dan Dira Group.

“Alhamdulillah kegiatan vaksinasi di Desa Menampu kemarin berjalan lancar, di desa Menampu kami menyasar target 750 dosis, namun hanya mampu 450 dosis yang disuntikkan oleh tenaga kesehatan. Hal ini dikarenakan sepanjang hari kemarin cuaca hujan sejak pagi, sehingga warga enggan untuk berangkat,” ujar Aminudin Aziz Pembina KJI Jember Minggu (21/11).

Namun meski demikian, Aziz yang juga wartawan Aktual.com menyatakan, pihaknya akan terus road show dan mencari desa-desa yang capaian vaksinasi masih rendah, hal ini sebagai wujud dan komitmen KJI Jember dalam mensukseskan capaian vaksinasi yang ditargetkan oleh Pemkab Jember bisa tercapai 70 persen pada akhir tahun nanti.

“Yang jelas, kami tidak akan berhenti disini, kami akan mengumpulkan data desa-desa yang capaian vaksinasinya masih rendah, Insya Alloh tidak susah, karena kita mencari data sambil bekerja liputan, disamping itu, kami juga ingin mencari tahu alasan warga enggan ikut vaksin,” beber Aziz.

Sejauh ini, dari temuan yang didapat oleh tim nya di KJI Jember, keengganan masyarakat ikut vaksin bukan karena takut dengan berita hoax yang menyebutkan adanya efek samping vaksin sampai menimbulkan korban jiwa, namun masyarakat lebih takut lapar daripada ikut vaksin.

“Dari survey asal-asalan yang dilakukan teman-teman kami di KJI, keengganan masyarakat di Jember ikut vaksin, tidak semuanya karena berita hoax, tapi mereka lebih mementingkan pekerjaanya daripada harus pergi ke Puskesmas untuk sekedar vaksin,” jelas Aziz.

Dari persoalan inilah, bisa diambil kesimpulan jika warga lebih takut lapar daripada sakit terpapar COVID-19. “Makanya kami menghubungi kolega-kolega kami seperti kades-kades untuk diajak kerjasama menggelar vaksin, apalagi kegiatan vaksin yang kami lakukan tidak harus di ruang pelayanan seperti balai desa, tapi di rumah warga pun kami siap,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh dr. Andre Kusuma Plt. Direktur RSUD Balung Jember, pihaknya selain melayani vaksin di rumah sakit, juga melakukan turba (turun ke bawah) untuk menyasar vaksinasi di daerah pinggiran.

“Di rumah sakit kami tersedia cukup banyak dosis vaksin, ada 2000 dosis jenis Pfizer, dan beberapa sudah kami lakukan di desa-desa yang ada di sekitar kecamatan Balung, kemarin saja kami menggelar di desa Balung Lor dan di halaman Masjid Jami Balung, dan besok kami bersama dengan teman-teman komunitas untuk menggelar di Dira Balung,” ujar dr. Andre.

Sementara Minto Setyo Wahono selaku Kabid Kemitraan KJI menyampaikan, vaksinasi yang digelar RSD Balung ini sangat diharapkan oleh masyarakat.

“Kita ingin vaksinasi yang digelar RSD Balung ini bisa dilaksanakan lebih luas lagi bisa menjangkau masyarakat yang belum tervaksinasi. Vaksinasi itu juga sekaligus mengenalkan kepada warga bahwa rumah sakit daerah ini sudah berbenah lebih baik dan bermanfaat bagi warga sekitar,” ujar Minto.

Hingga saat ini Kabupaten Jember capaian vaksinasi dosis 1 sudah lebih 50 persen atau sejumlah 1.010.368 orang. Namun cakupan vaksinasi untuk lansia masih rendah masih 27,05 persen atau sebanyak 75.741 orang, yang seharusnya tercapai 40 persen dan dosis 2 sebanyak 8.08 persen atau 22.625 orang. Sedangkan capaian vaksinasi dosis 2 masih 16,56 persen yakni 331.177 orang. Untuk dosis 3 tercapai 7.223 (102,21%), dan itu pun hanya diperuntukkan tenaga kesehatan.

(Aminudin Aziz)

(A. Hilmi)