Beranda Bisnis Perikanan KKP Sebut Produk Perikanan Dapat Topang Ketahanan Pangan Nasional

KKP Sebut Produk Perikanan Dapat Topang Ketahanan Pangan Nasional

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono saat meresmikan gudang pendingin atau cold storage di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (12/8) kemarin (KKP)

Jakarta, aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut produk perikanan berpeluang untuk menjadi penyokong ketahanan pangan nasional. Hal tersebut didasari oleh prediksi meningkatnya kebutuhan protein sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

“Ini bisa jadi krisis pangan bagi beberapa negara, tapi bagi Indonesia sebagai negara maritim justru menjadi peluang,” kata Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Erwin Dwiyana saat berbicara di forum KKP, Senin (14/11) kemarin.

Erwin pun mengungkapkan Indonesia memiliki sumber daya perikanan untuk memanfaatkan peluang tersebut. Apalagi bagi pengembangan SDM dalam negeri, ikan bisa menjadi solusi atas persoalan stunting sekaligus mencetak generasi unggul.

“Bicara stunting, bukan hanya tentang kurang tinggi atau kurang berat badan, tapi juga menyelamatkan kecerdasannya dengan asupan kaya omega 3,” ujar Erwin dalam siaran pers KKP.

Tak hanya itu, Erwin juga menyebut ikan memiliki peluang pasar yang besar dan bisa berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.

“Total nilai pasar ikan bersirip menyentuh angka USD 175 miliar di tahun 2028,” tuturnya.

Dalam forum yang sama, Ketua Forikan Pusat, dr. Djoko Maryono mengingatkan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) sebagai periode emas yang tidak akan dapat diputar kembali. Dia pun meminta setiap orang tua untuk memberikan perhatian lebih saat anaknya berada pada periode tersebut.

“Pada 1.000 HPK adalah cetak biru otak anak terbentuk, sehingga mutlak diperlukan pemenuhan gizi secara cukup di periode tersebut,” terang Djoko.

Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran menegaskan kesiapan daerahnya menjadi tuan rumah Harkannas ke-9 yang digelar pada 21 November nanti. Sebagai daerah yang terletak di Teluk Tomini, Parigi Moutong menawarkan hasil perikanan terbaik untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Indonesia dan pasar ekspor.

“Kami sangat siap menjadi tuan rumah Harkannas, harapannya melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan potensi dan peluang perikanan di Parigi Moutong,” tegasnya.

Sebagai informasi, Harkannas ke-9 akan dipusatkan di Parigi Moutong mulai 19-21 November mendatang. Sejumlah kegiatan seperti lomba masak ikan tingkat nasional, bersih pantai hingga panen udang akan menjadi bagian dari gelaran Harkannas tahun ini.

(Megel Jekson)