Kepala Bidang Pelayanan Usaha Perikanan (PUP) pada Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Bernardi. ANTARA/Mansur

Lebak, Aktual.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menunjuk Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sentra produksi ikan patin nasional tahun 2021 untuk mendukung swasembada pangan, khususnya ikan air tawar.

“Kami mengapresiasi produksi ikan patin itu sudah ekspor ke Arab Saudi,” kata Kepala Bidang Pelayanan Usaha Perikanan (PUP) Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Bernardi di Lebak, Kamis.

Potensi pengembangan budi daya ikan patin di Kabupaten Lebak cukup terbuka, didukung besarnya lahan dan sumber air yang melimpah. Produksi ikan patin, kata dia, bisa dipanen antara lima sampai enam bulan dari penebaran benih dengan ukuran 3 milimeter.

Selain itu, lanjut dia, budi daya ikan di Kabupaten Lebak cukup strategis, karena lokasinya tidak terlalu jauh dari ibu kota. Terlebih, kata dia, dengan beroperasinya Jalan Tol Panimbang – Serang, membuat pemasaran ikan patin di Lebak lebih mudah dipasok ke berbagai daerah dan mancanegara.

“Saya meyakini penunjukan Lebak sentra produksi ikan patin dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus dapat mengatasi pengangguran dan kemiskinan,” kata Bernardi.

Menurut dia, KKP juga menerbitkan kampung budi daya ikan patin di Kabupaten Lebak, seperti di Cisilad Kecamatan Cileles mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat dan daerah. Produktivitas ikan patin di kampung budi daya Cisilad berskala besar dengan integrasi aktivitas hulu ke hilir.

Kampung perikanan budi daya patin di Cisilad dengan memiliki lahan seluas 14 hektare dengan 140 kolam. Fasilitas di kampung tersebut juga ada sarana dan prasarana memadai, salah satunya hatchery dengan kapasitas produksi benih ukuran satu inci, bahkan mencapai 18 juta ekor per tahun.

“Kami optimistis Lebak menjadi sentra produksi ikan patin terbesar dan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” katanya.

Ia mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Surat Edaran ( SE) Bupati Iti Octavia mewajibkan seluruh desa 20 persen Dana Desa ( DD) untuk ketahanan pangan, diantaranya pengembangan kampung budi daya ikan patin.

Saat ini permintaan ikan patin cukup besar untuk memenuhi permintaan pasar Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

“Kami mendorong produksi ikan patin baik pembenihan dan pembesaran agar dapat mendongkrak ekonomi masyarakat dan daerah,” katanya.

(Antara)

(Dede Eka Nurdiansyah)