Jakarta, Aktual.co — Soerjanto, investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyebutkan, KNKT masih mempelajari data loker atau black box yang ada di Kereta Api. Dijelaskannya, dengan dibacanya loker ini maka nanti bisa diketahui Kereta Api yang terlibat kecelakaan ini interlocknya aman atau tidak.
“Jadi kita tahu KA Bangun Karta dan barang yang terlibat kecelakaan ini masuk jam berapa, setelah itu jalurnya clear atau tidak serta interlocknya aman atau tidak. Dari situ kita ketahui penyebab kecelakaannya,” ucapnya kepada wartawan, Senin (25/5).
Soerjanto juga menjelaskan, ada beberapa faktor terjadinya kecelakaan kereta api, namun entah ini berkaitan atau tidak atas kecelakaan KA Bangun Karta dengan KA Barang di Cirebon, Jawa Barat.
Faktor-faktor tersebut, sambungnya, adalah masalah sarana dan prasarana, guncangan dalam kereta dan interlockingnya baik atau tidak.
“KNKT sudah kumpulkan datanya melalui pihak stasiun yang melepaskan sinyak kereta serta sistem. Selain itu, masinis kedua KA sudah diwawancarai,” tutupnya.
Seperti diketahui, Kereta api (KA) Eksekutif Bangunkarta jurusan Jakarta-Surabaya bernomor lokomotif CC2061323 menabrak KA barang pada Sabtu (23/5) petang.
Peristiwa kecelakaan itu terjadi di KM 211 sekitar 200 meter sebelum Stasiun Waruduwur, Desa Waruduwur, Mundu, Kecamatan Astana japura, Kabupaten Cirebon.
Artikel ini ditulis oleh:

















