Jayapura, Aktual.com – Kodam XVII/Cenderawasih tengah mendalami guna memastikan informasi bahwa ada satu anggota TNI yang gugur di Kabupaten Nduga karena diserang oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi ketika dikonfirmasi dari Kota Jayapura, Selasa (4/12), mengatakan pihaknya sedang melakukan pengecekan kembali terkait informasi ataupun kabar bahwa ada anggota TNI yang gugur.

“Inikan berita itu juga masih sifatnya simpang siur, ada masyarakat laporan melalui telepon satelit. Tapi ketika kami hendak konfirmasi ulang telepon tersebut tidak bisa dihubungi lagi,” ungkapnya.

Sementara personel TNI yang bertugas di Mbua, Kabupaten Nduga, kata dia, juga tidak bisa dihubungi karena masalah akses komunikasi yang tidak memadai.

“Dan anggota kami yang ada di sana juga tidak bisa dihubungi. Ini sedang kami dalami, kami cek,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa Pendeta Wilhelmus Kogoya, tokoh gereja di Distrik Yigi, telah melaporkan kasus pembunuhan di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yall Kabupaten Nduga yang menewaskan 24 orang pekerja (tukang).

Dari laporan tersebut, terungkap dua pekerja melarikan diri dan selamat, dan kini berada di Distrik Mbua.

Sementara itu, delapan lainnya di Distrik Yal diselamatkan keluarga Alimi Gwijangge yang menjabat Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Nduga dan dibawa ke Distrik Koroptak dalam keadaan selamat.

 

Ant.

Artikel ini ditulis oleh: