Jombang, Aktual.com – Tim Gets Indonesia pada saat perjalanan menuju pusara sang pahlawan KH. Wahab Hasbullah di Jombang, Jawa Timur, Selasa sore (12/1) bersepakat untuk membacakan spirit perjuangannya.

Perlu diketahui, Kyai Wahab Hasbullah lahir pada tanggal 31 maret 1888 M di Jombang dan wafat pada tanggal 29 desember 1971 M dimakamkan di desa Tambak Rejo kecamatan Jombang kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kyai Wahab tidak hanya dikenal sebagai salah satu pendiri NU, inisiator GP Ansor, pencipta lagu “Yalal Wathan” yang sering didengungkan warga nahdliyin, pelopor kebebasan berpikir, namun ia juga dikenal sebagai komandan Komite Hijaz yang didirikan pada 1924-1925.

Pembentukan Komite tersebut tidak lain tidak bukan hanya semata-mata sebagai respon ancaman kebijakan monolitik yanh digulirkan Ibnu Saud dari Nejad.

Ibnu Saud memiliki pandangan monolitik dalam bermazhab, sehingga ia memiliki sikap tendesius kearah fundamentalisme agama.

Salah satu kebijakan yang akan dilakukan pada masa itu adalah “pemutusan batin” antara umat islam dan panutannya yakni Nabi Muhammad Saw. Terlebih ia mengancam makam nabi Muhammad Saw dibongkar.

Hal demikian menjadi keresahan serta kegelisahan semua umat Islam kala itu. Namun, sejarah mencatat, hanya umat Islam dari Indonesia–melalui Komite Hijaz dipelopori Kyai Wahab–yang berani menyampaikan keberatannya terhadap kebijakan Ibnu Saud tersebut.

Melalui Komite Hijaz para ulama Indonesia bergerak mengajak ulama-ulama seluruh dunia menolak kebijakan Ibnu Saud. Dan para ulama pun sepakat untuk menolak kebijakan ibnu Saud, kemudian Ibnu Saud pun mengurungkan membongkar makam nabi Muhammad Saw.

Inilah salah satu spirit terbesar dari sang pahlawan Kyai Wahab Hasbullah yang harus kita refleksikan diri khususnya Tim Gets Indonesia umumnya untuk semua masyarakat Indonesia betapa ia tak ada rasa takut dalam membela kebenaran dan harus diawali dengan pergerakan diri sebelum menggerakkan orang lain. Wallahualam

(Warto'i)