Jakarta, Aktual.co — Komunitas Sayap Jendela Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selama sepekan menggelar pameran seni anggota sejumlah komunitas di daerah setempat, sebagai usaha mengenalkan karya kepada masyarakat dan mendorong seniman meningkatkan karyanya.
Direktur Sayap Jendela Bojonegoro Masnun di Bojonegoro, Jumat (16/1), mengatakan pameran seni yang menampilkan karya sekitar 12 komunitas seni di daerah itu, digelar sejak sehari lalu dan berakhir 22 Januari 2015.
Ia menyebutkan karya seni yang dipamerkan, antara lain lukisan, foto. Pameran juga dimeriahkan pementasan teater, musik, dan pembuatan film.
“Banyak karya seni yang dipamerkan. Yang jelas pameran seni yang menjadi program Sayap Jendela akan digelar rutin sebulan sekali,” kata dia.
Ia menjelaskan pameran seni tersebut merupakan kegiatan yang kedua. Sebelumnya juga sudah digelar pameran seni dengan melibatkan karya komunitas seni yang ada di daerah itu.
Menurut dia, pameran seni mendorong para seniman yang menjadi anggota komunitas seni di daerah itu untuk meningkatkan hasil karyanya dan mengenalkan karya seni kepada masyarakat.
“Paling tidak adanya pameran seni ini masyarakat tahu menggenai perkembangan seni di Bojonegoro. Kalau kita menunggu lomba, belum tentu setahun sekali ada lomba,” ujarnya.
Kepala Bidang Pelestarian dan Pengembangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro Suyanto menyambut baik pameran seni yang digelar Komunitas Sayap Jendala di aula Disbudpar setempat.
“Kami menyambut baik dan mendukung pameran seni ini, sebab sejalan dengan program kami,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya memberikan fasilitas, berupa lokasi pameran dan berbagai bentuk dukungan lainnya agar pameran seni bisa berjalan dengan lancar.
“Bahkan kami juga mendukung pameran seni berbagai komunitas ini digelar sebulan sekali di aula Dibudpar,” katanya.
Ia mengatakan program yang menjadi prioritas di daerah setempat, yaitu mendorong tumbuhnya kehidupan berkesenian. Apalagi, pemkab sedang merintis berdirinya Pusat Kebudayaan dan Industri Kreatif.
“Pemkab sudah mengantisipasi berkembangnya kesenian dengan merintis berdirinya gedung Pusat Kebudayaan dan Industri Kreatif,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:















