Washington DC, Aktual.com – Pimpinan Kongres AS, Nancy Pelosi, pada Kamis (8/10) mengatakan akan membahas kemungkinan penggunaan Amandemen ke-25 yang terkait dengan upaya pemakzulan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Nancy Pelosi menyatakan akan mengumumkan hasil pembahasan tentang UU tersebut saat konferensi pers hari Jumat waktu setempat setelah dia menyatakan keprihatinan bahwa Trump, yang sedang dalam perawatan virus corona di Gedung Putih, menderita “disasosiasi dari kenyataan”, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (9/10).

Kanal berita Fox Business pada hari Kamis, melakukan wawancara dengan Donald Trump (74 tahun), dan menjadi wawancara pertamanya sejak dirawat di rumah sakit.

“Saya kembali karena saya adalah spesimen fisik yang sempurna dan saya sangat muda. Jadi saya beruntung dalam hal itu,” kata Trump dalam salah satu jawabannya.

Pelosi melihat hal tersebut sebagai hal yang patut dipertanyakan yang disampaikannya saat berlangsung konferensi pers mingguannya.

“Rencananya, bukan dimaksudkan presiden untuk mengatakan bahwa dia adalah spesimen fisik yang sempurna. Spesimen, mungkin saya setuju dengan itu … Dan muda, dia bilang dia masih muda,” kata Pelosi.

Menurutnya, Trump “harus kita katakan, dalam keadaan yang berubah sekarang” dan “diasosiasi dari realitas akan lucu jika tidak dianggap tidak begitu mematikan.”

Trump bereaksi marah atas manuver Pelosi, dengan mengatakan dalam cuitan Twitternya seharusnya Nancy yang diawasi.

Pelosi mengungkapkan bahwa Partai Demokrat akan bertemu untuk fokus pada konstitusi amandemen ke-25, yang berisi klausul yang memungkinkan seorang presiden dicopot dari jabatannya bertentangan dengan keinginannya karena ketidakmampuan fisik atau mental.

Kondisi kesehatan Trump hingga kini masih diselimuti misteri, termasuk kapan terakhir kali tes Trump dinyatakan negatif sebelum akhirnya dinyatakan positif.

Saat diwawancarai Fox Business dari kediaman Gedung Putih, di mana dia terus menggunakan steroid sebagai bagian dari pengobatan Covid-nya, suara Trump terdengar serak melalui telepon. CNN mencatat Direktur komunikasi Gedung Putih Alyssa Farah pada hari Kamis kembali menolak untuk memberi tahu wartawan kapan tanggal terakhir tes negatif Presiden sebelum dinyatakan positif virus corona, dengan mengatakan riwayat medis Trump adalah hal pribadi.

“Saya mengutip orang lain yang mengatakan bahwa ada orang yang mengatakan bahwa ketika Anda menggunakan steroid dan/atau jika Anda menderita Covid-19 atau keduanya – bahwa mungkin ada beberapa gangguan dalam penilaiannya. Tapi, sekali lagi, itu yang harus menentukan para dokter dan saintis, tapi itu sangat aneh, sangat mengejutkan,” ungkap Pelosi lagi.(RRI)

Artikel ini ditulis oleh:

Warto'i