Jakarta, Aktual.co — Jokowi-JK juga didesak transparan dan membuka ruang partisipasi bagi warga negara melalui penyediaan informasi tentang calon menteri kabinetnya. Demikian disampaikan oleh Koordinator Kontras Haris Azhar, Kamis (23/10)
“Hal itu untuk menjamin kemudahan dalam memperoleh informasi agar warga negara dapat mempergunakan haknya untuk menyampaikan pendapat dalam proses pengambilan keputusan,” paparnya
Seperti diketahui, sikap tertutup penjaringan figur kabinet dari pasangan Jokowi-Jk, mendapat kritikan dari berbagai elemen masyarakat yang ingin mengetahui bocoran nama-nama pejabat negara yang akan dipilihnya.
Ubedillah Badrun pengamat politik UNJ mengatakan kemungkinan Jokowi-JK bergandengtangan dengan kelompok Neoliberal khususnya dalam mengelola perekonomian nasional. 
Bahaya Neolib, sebenarnya dalam konteks bangsa ini akan cenderung stagnan secara ekonomi, angka pertumbuhan ekonomi tidak akan bertambah. Lebih lanjut, tertutupnya kabinet Jokowi bisa menjadi blunder kalau sampai diumumkan, lalu publik Indonesia dan internasional tidak menerima.

()

()