Jakarta, Aktual.co — Konvensi Indonesian Petroleum Associaton akan menggelar diskusi mengenai tantangan industri minyak dan gas saat ini dengan tema “Bekerja sama untuk mempercepat solusi dalam mengantisipasi krisis energi di Indonesia”.
Diskusi fokus membahas isu kekurangan pasokan minyak karena tingkat permintaan energi yang tinggi, rumitnya prosedur perizinan untuk proyek hulu migas dan pentingnya iklim investasi yang lebih baik di sektro minyak dan gas, kata Presiden IPA Craig Stewart saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).
“Kondisi ekonomi eksplorasi dan produksi minyak terus menurun di pasar global akibat rendahnya harga minyak, termasuk di Indonesia. Dengan kondisi eksplorasi yang mulai menuju eksplorasi laut dalam dan lapangan tua di daerah Indonesia bagian Timur, industri minyak dan gas memiliki risiko dan biaya tinggi, yang akan mempengaruhi daya saing industri serta dampak terhadap iklim investasi,” katanya.
Dia mengatakan akan ada tiga tema utama yaitu “Krisis Energi Indonesia dalam Situasi Global Baru”, “Reformasi Tata Kelola Migas Dalam Pencapaian Tujian Nasional”, dan “Kolaborasi Lintas Sektoral untuk Memajukan Sektor Migas Nasional”.
Selain itu juga akan ada tema istimewa yang akan dibahas yaitu “Dampak Sektor Energi Sebagai Mesin Pertumbuhan Nasional.
Panelisnya terdiri dari pemimpin industri, pejabat pemerintah dan ahli independen untuk membahas prosepek industri dalam jangka pendek serta jangka panjang.
Dia mengatakan berbagai tantangan dihadapi oleh pelaku industri seperti kerumitan birokrasi, ketidakpastian hukum sebagai akibat peraturan pemerintah baru, sulitnya akses pemanfaatan lahan dan kurangnya insentip untuk proyek-proyek besar dengan biaya tinggi yang menyebarkan penurunan yang signifikan dalam kegiatan eksplorasi.
“Minyak dan gas bumi masih akan menjadi penyumbang terbesar dengan presentasi lebih dari 40 persen dari total energi di Indonesia pada tahun 2050, dengan demikian sangat penting bagi semua pemangku kepentingan untuk bekerjasama,” kata Stewart.
Kegiatan tersebut akan berlangsung dari 20-22 Mei di Jakarta Convention Center.

Artikel ini ditulis oleh: